This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label autos. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label autos. Tampilkan semua postingan

Rabu, 30 April 2025

Suzuki SX4 Bekas: Solusi Ideal untuk Anggaran Terbatas dengan Harga Menggiurkan

Amoeblog Jika Anda mencari crossover yang harganya di bawah Rp 100 jutan, mungkin bisa mempertimbangkan Suzuki SX4 generasi pertama.

Alasan lainnya, di samping harga yang telah menjadi lebih terjangkau, Suzuki SX4 juga populer karena kenyamannya.

"Model Suzuki lain seperti Swift dibandingkan dengan SX4 terasa kurang menyenangkan karena handling-nya tidak sestabil pada SX4 yang memiliki beban tubuh lebih berat. Selain itu, mobil ini sangat nyaman digunakan. Untuk akselerasinya, karakteristik khas dari Suzuki yaitu dorongan di putaran tinggi cukup memuaskan dikarenakan menggunakan mesin 1.500 cc serta memiliki bentuk badan yang kompak," jelas Wahri saat bertemu dengan Amoeblogs baru-baru ini.

Secara khusus, SX4 dilengkapi dengan mesin bernomor serinya M15A yang memiliki kapasitas 1.500 cc dan menggunakan konfigurasi silinder empat buah jenis DOHC VVT.

Motor itu disebut dapat memproduksi daya sebesar 98 dk di putaran 6.000 rpm, serta torsi maksimum 133 Nm pada kecepatan putaran mesin 4.000 rpm.

Output dari dapur pacu itu disalurkan ke roda depan (FWD), melalui dua pilihan transmisi yakni manual 5 percepatan dan otomatis 4 percepatan.

Dari segi fitur, dapat disebutkan bahwa kendaraan ini cukup terbatas dalam hal teknologi apabila dibandingkan dengan berbagai model yang ada saat ini.

Hanya terdapat fitur standar seperti keyless entry, tombol kontrol audio pada setir kemudi, serta pemutar head unit berupa tape CD tanpa port USB yang tersedia di SX4 ini.

Dari sektor keselamatan, crossover pertama Suzuki di Tanah Air ini hanya dibekali dengan rem cakram dan dual SRS airbags.

Terkait harga, seperti yang sudah dijelaskan di atas Suzuki SX4 bekas kini banderolnya relatif terjangkau.

Jika merangkum daftar harga di situs jual beli kendaraan bekas online, Suzuki SX4 bekas dibanderol mulai Rp 50 juta untuk lansiran 2007.

Buat yang penasaran, berikut daftar harga mobil bekas Suzuki SX4 generasi pertama, lansiran 2007-2012:

  • 2007: antara Rp 50 juta hingga Rp 60 juta
  • 2008: antara Rp 62 juta hingga Rp 75 juta
  • 2009: Rp 70 juta - Rp 85 juta
  • 2010: antara Rp 80 juta hingga Rp 100 juta
  • 2011: antara Rp 85 juta hingga Rp 110 juta
  • 2012: antara Rp 90 juta hingga Rp 118 juta

*Disclaimer:

- Harga diambil dari platform perdagangan daring untuk kendaraan bekas yang telah difilter berdasarkan area DKI Jakarta.

- Biaya dapat variatif bergantung pada status setiap unit serta lokasi pembeliannya.

Sabtu, 26 April 2025

Mobil Matik Tak Kenal Mundur? Coba Fitur Ini di Medan Terjal!

Amoeblog - Tidak perlu khawatir saat berkeliling ke daerah pedalaman dengan jalur menantang jika menggunakan mobil matic.

Bisa andalkan fitur satu ini yang ada pada mobil matik loh.

Fitur ini bisa kok dipakai buat nyalip atau tanjakan.

Jika digunakan dengan tepat, fitur-fiturnya pada mobil matic ini dapat memudahkan perjalanan melewati jalanan berat seperti tanjakan terjal.

Adalah fitur overdrive off .

" Overdrive Transmisi otomatis menggunakan gigi akhir yang dirancang dengan rasio gigi lebih rendah sehingga memungkinkan mobil bertransmisi otomatis mencapai kecepatan tinggi tanpa harus meningkatkan putaran mesin secara signifikan," terang Hermas Efendi Prabowo, pemilik bengkel khusus Worner Matic, Bintaro, Tangerang Selatan seperti dilansir dari GridOto.

Overdrive off biasanya terdapat pada tipe transmisi otomatis standar.

Terdapat pula tombol terpisah di tuas transmisi yang berlabel OD atau OD OFF.

Ada juga yang tidak memiliki tombol dan mengganti posisinya dengan tuas di sebelah D (Drive), yaitu D3.

Saat overdrive off dinonaktifkan, final gear tidak dikendalikan oleh transmisi.

Secara otomatis perpindahan gigi akan diturunkan ke gigi yang lebih rendah.

"Targetnya adalah agar perbandingan gigi pada putaran menengah hingga tinggi dapat menjadi lebih besar tanpa harus pindah gigi ke posisi yang lebih tinggi," jelas Hermas.

"Bisa digunakan untuk melewati tanjakan atau menyalip, girboks memberikan beban torsi lebih tinggi untuk membantu akselerasi," contohnya.

Resya Napitupulu, pemilik bengkel spesialis SpeedCraft Performance Indonesia menunjukkan saat overdrive dimatikan, ada komponen girboks nonaktif yang disebut lock-up.

" Lock-up ini set clutch pengganti final gear yang menciptakan rasio hampir 1:1, percepatan mobil mengikuti putaran mesin," beber Resya.

Lock-up berfungsi pada kecepatan tinggi untuk meningkatkan efisiensi bahan bakar karena percepatan mobil disesuaikan dengan putaran torque converter yang tergantung pada putaran mesin.

Tetapi ketika melintasi lereng naik atau sedang mendahului kendaraan lain, terjadi masalah pengurangan tenaga mesin.

"Dengan overdrive off lock-up terlepas dan otomatis torque converter menghubungkan ke planetary gear set gigi di bawahnya agar bisa mendapat beban torsi," jelas Resya.

Jumat, 25 April 2025

Tes Komprehensif Mazda CX-60 Pro: Desain Hingga Biaya Servis

JAKARTA, Amoeblog– Mazda CX-60 yang dirilis di pertengah tahun 2024, tak cuma hadir dalam tipe Elite dan Kuro berbekal mesin 3.300 cc.

Namun, Mazda juga menghadirkan versi terendah dari CX-60 Pro yang dilengkapi dengan mesin 2.5 liter berkonfigurasi 4 silinder serta transmisi otomatis 8 percepatan.

Bagaimana karakteristik desain dari Mazda CX-60 Pro? Pada dasarnya, kendaraan ini tetap mengusung gaya Kodo Design khas Mazda yang sudah diperkenalkan sejak tahun 2012.

Bagi sebagian orang, gaya desain ini mungkin kurang menggugah. Namun, pada CX-60 Pro tetap tampak atraktif. Meskipun merupakan tipe paling ekonomis, kendaraan tersebut masih kelihatan serasi dan bertenaga.

Mengamati bagian depan kendaraan, CX-60 Pro tetap menggunakan grille bertema garis-garis vertikal berwarna hitam, namun dengan penampilan bemper bawah tanpa cat.

Bagian bumper tanpa cat ini tetap berlanjut sampai overfender ke sisi kanan-kiri mobil, sampai ke belakang.

Bagian samping bodi mobil, beberapa ornamen krom juga diganti dengan warna bahan hitam, membuat tampilan CX-60 Pro menjadi lebih gagah, khas SUV.

Selain itu, perbedaannya pun tampak pada desain velg yang tetap menggunakan ukuran serupa, yaitu 20 inci. Hanya saja, varian ini dilengkapi dengan velg berbeda. single tone yang lebih polos.

Di bagian eksterior belakang, tampilannya tetap tak berubah. Tengahnya tersemat logo Mazda, sementara di kiri ada emblem CX-60 AWD dan di kanan tertulis Skyactiv-G.

Beralih ke bagian dalam kabin, CX-60 Pro secara jelas menunjukkan perbedaan. Jika varian Elite menggunakan desain interior dengan warna yang terang mirip mobil-mobil Eropa, versi Kuro memiliki Nuansa warna yang lebih gelap, sementara pada model Pro seluruhnya berwarna hitam.

Sementara di bagian doortrim , apabila varian atas pakai warna nuansa kayu, tipe Pro mengusung motif karbon yang lebih sporty.

Meski begitu, lapisan panel interior dari dasbor, door trim , hingga sebagian besar panel pada bagian tengah masih menggunakannya soft touch.

Selain perbedaan warna interior, praktis tidak ada ubahan yang signifikan antara CX-60 Pro dengan tipe di atasnya.

Ruang interior CX-60 Pro juga masih selapang varian teratasnya, karena masih terdapat fitur panoramic sunroof. Bahkan untuk susunan dasbor dan transmisi juga masih sama dengan model lainnya.

Mazda CX-60 memiliki panjang 4.740 mm, lebar 1.890 mm dan tinggi 1.687 mm, serta ground clearance 178 mm. Tampilannya yang gagah ditopang pelek dengan ukuran yang cukup besar, yakni ring 20 dibalut ban profil 235/50.

Untuk menghela bodinya yang cukup besar, Mazda CX-60 Pro mengandalkan kapasitas mesin lebih kecil dibandingkan varian lainnya.

Berdasarkan spesifikasi resmi, Mazda CX-60 Pro dibekali mesin Skyactiv-G 2.488 cc empat silinder segaris, DOHC, dengan 16 katup, yang menghasilkan tenaga 185 Tk pada 6.000 rpm dan torsi 250 Nm pada 3.000 rpm.

Walaupun jadi varian termurah, CX-60 Pro tetap menggunakan penggerak empat roda alias All Wheel drive (AWD) seperti varian Kuro dan Elite.

Kemudian, CX-60 Pro dibekali banyak fitur unggulan seperti Electric Car Seat, Center Display, Head-up Display, Driver Monitor, hingga berbagai detail lainnya mengutamakan kenyamanan dan kemudahan pengemudi.

CX-60 Pro juga memiliki Center Display berukuran 12 inci dan Head-up Display berukuran besar, serta konektor USB-C di konsol belakang.

Namun, sayangnya fitur ventilated seat Yang tersedia pada varian Kuro dan Elite, perlu menghilang pada tipe CX-60 Pro.

Selain itu, ada pula penyesuaian kemudi elektrik (Tilt & Telescopic), atap panoramis, serta sistem personalisasi (Driver Personalization System) yang diintegrasikan ke dalam model CX-60 Pro.

Fitur keamanan ataupun ADAS mencakup sistem pemantauan 360 derajat, pengawasan area buta, peringatan silang belakang, serta teknologi untuk memonitor supir.

Mazda CX-60 Pro hadir dengan berbagai opsi warna. Di antaranya adalah Soul Red Crystal Metallic, Machine Grey Metallic, Platinum Quartz Metallic, Deep Crystal Blue Mica, serta Jet Black Mica.

Meski demikian, sistem audionya tetap mengusung merk Bose layaknya model sebelumnya. Mengingat semua kelebihannya, CX-60 Pro menjadi opsi terbaik. value for money di kelasnya.

Melangkah ke pembahasan tentang sensasi mengemudi CX-60 Pro yang masih memberikan kesenangan tersendiri walaupun menggunakan mesin berkapasitas lebih rendah daripada tipe Kuro dan Elite.

Bila dibandingkan dengan mesin CX-5 yang menggunakan gearbox 6-speed, CX-60 Pro lebih maju dengan transmisi otomatis 8-percepatan.

Dan, berkat adanya sistem penggerak AWD pada CX-60 Pro seperti halnya di varian Kuro dan Elite, mesinnya diposisikan secara memanjang bukannya menyamping.

Meskipun demikian, performa mesin CX-60 Pro hampir sama dengan mesin 2.500 cc yang terpasang diCX-5.

Ketika digunakan sehari-hari, daya tahan CX-60 Pro termasuk memadai. Cukup sesuai tanpa kelebihan atau kekurangan. Memang apabila dibandingkan dengan versi mesin 3.300 cc, CX-60 Pro kurang responsif pada putaran rendah.

Berdasarkan pengetesan redaksi Amoeblog , akselerasi 0-100 Kpj mobil ini bisa tuntas dalam 11,8 detik. Bukan angka yang cepat, tapi juga tidak lambat.

Selain itu, dari sisi kualitas berkendara, sebenarnya CX-60 Pro masih sama dengan tipe di atasnya. Hanya saja dari sisi tenaga mesin cenderung lebih santai dan kalem.

Rasa berkendara yang mengasyikkan tampaknya juga ditunjang layout mesin dan sistem penggeraknya yang sama seperti varian teratas, dengan penggerak AWD.

Bantingan suspensi pun demikian, CX-60 Pro meski tidak bisa disebut lembut, tapi bantingan mobil ini masih nyaman dipakai harian.

Soal dimensinya, mobil ini ternyata memiliki dimensi yang cukup besar saat melintasi Kota Jakarta yang padat. Namun dengan posisi duduk yang ergonomis dan visibilitas yang baik, pengendalian mobil ini terasa mudah saja.

Kehadiran CX-60 Pro agak tidak biasa. Di waktu yang sama ketika SUV asal Jepang lain menggunakan sistem penggerak depan (FWD) serta mesin bertenaga kecil dengan teknologi turbo, model ini malah datang dengan mesin berskala besar dan sistem all-wheel drive (AWD).

Bagaimana dengan penggunaan bahan bakar ketika memiliki kapasitas mesin yang lebih kecil?

Berdasarkan pengujian redaksi Amoeblog , Mazda CX-60 Pro dengan mesin bensin 2.500 cc N/A mencatat konsumsi BBM rata-rata sebesar 10,2 Km per liter sesuai pengukuran MID.

Angka tersebut diperoleh setelah melakukan perjalanan sekitar 100 km, mengitari Jakarta melalui jalur perkotaan yang mayoritas terjebak macet.

Perlu dicatat bahwa hasil tersebut diperoleh dengan menggunakan BBM RON 92 (Pertamax) dan prosedur pengemudiannya bersifat standar.

Pada uji coba di jalur perkotaan yang memiliki kepadatan lalu lintas lebih sedikit, hasilnya menunjukkan bahwa konsumsi bahan bakarnya dapat mencapai 11,7 km per liter.

Hasil tersebut diperoleh melalui teknik pengujian perjalanan kendaraan. eco driving , mengemudi dengan lembut dan mempertahankan laju tetap konsisten di jalur toll.

Berikut adalah detailnya: Mazda CX-60 Pro dilengkapi dengan tangki berkapasitas 58 liter. Apabila harga Pertamax ditetapkan senilai Rp 12.900 per liter pada bulan Februari 2025, maka total biaya untuk pengisian full tank akan mencapaiRp 748.200.

Berdasarkan konsumsi bahan bakar rata-ratanya yang mencapai 11,7 km per liter, berarti secara matematika kendaraan jenis SUV ini mampu melaju sejauh 678,6 km dengan sekali isi bensin. full tank .

Pada halaman web resmi saat ini, Mazda tetap menetapkan harga untuk CX-60 Pro seharga Rp 799 juta. Walaupun angka tersebut cukup tinggi, bagaimana dengan biaya pemeliharaan rutin dari SUV penggerak AWD ini? Apakah Anda rasa itu masuk akal atau malah terlalu mahal?

Menurut informasi yang diperoleh dari Mazda Indonesia, dalam jangka waktu 5 tahun penggunaan atau kira-kira 100.000 km, pelanggan diharapkan untuk merogoh kocek senilai Rp 14.043.520 sebagai biaya operasional.

Biaya tersebut ditujukan untuk biaya layanan dan pergantian komponen yang harus diubah atau dikerjakan.

Bila dihitung setiap tahunnya, konsumen Mazda CX-60 Pro harus menyediakan anggaran sebesarRp 2.808.704.

Untuk biaya pemeliharaan setiap bulannya diperkirakan sebesar Rp 234.058. Sementara itu, anggaran harian untuk perawatannya dihitung kira-kira menjadi Rp 7.801.

Akan tetapi, fokus utamanya adalah bahwa biaya tersebut hanya berlaku setelah mobil mencapai umur 4 tahun dan 5 tahun. Pasalnya selama 3 tahun pertama dari masa kepemilikan, layanan servis serta biaya jasa disediakan secara cuma-cuma.

Rabu, 16 April 2025

Belikan Honda Civic Generasi 4? Ketahui Penyakitnya Sebelum Membeli

Amoeblog Di puncak kesuksesannya dahulu, banyak orang yang menyukai mobil sedan saat itu, termasuk juga Honda Civic tipe sedan kelima ini.

Honda Civic generasi keempat dilepaskan dari pabriknya antara tahun 1988 hingga 1991, menjadikan mobil Civic ini semakin istimewa jika dilihat atau dikendarakan di jalanan karena kondisinya yang masih sangat terjaga meski sudah termasuk sebagai kendaraan tua.

Tetapi sebelum membeli mobil bekas, penting untuk mengerti dulu ringkasannya tentang masalah yang sering muncul serta bagaimana menanganinya.

Penyakit pada Mobil Honda Civic Generasi ke-4

Berikut beberapa permasalahan teknis pada Honda Civic generasi keempat yang diringkas oleh Amoebalog beserta solusinya:

Idle tidak stabil

Permasalahan tersebut terlihat dari fluktuasi jarum RPM yang tidak menentu dan bisa menyebabkan mesin mati jika dibiarkan begitu saja.

Ini disebabkan oleh beberapa faktor seperti kerusakan pada ruang bakar, sistem pengapian, saluran udara AC, atau komponen mesin lainnya.

Untuk itu, segera lakukan tune up menyeluruh pada bagian-bagian tersebut.

Bensin boros

Jika telah mencatat kenaikan konsumsi bahanbakar, sebaiknya lakukan pemeriksaan cepat di area pembakaran serta sistem pengapian. Umumnya masalah terletak pada settingan udara dan bensin yang tidak tepat di dalam karbu.

Segera lakukan penyetelan ulang.

Overheat

Beberapa bagian di ruang mesin patut jadi perhatian. Di antaranya adalah dengan mengecek kebenaran kinerja fan, extra fan, radiator dan selang radiator.

Bagian ini yang umumnya saya periksa untuk penyumbatan.

Kaki-kaki bunyi

Walaupun dikatakan tangguh, namun pada generasi ini sering kali terdengar masalah dengan suara dari komponen kakinya.

Hal ini terjadi karena, Bushing-bushing-nya kurang kuat, untuk itu, penggantian jadi menu wajib yang mesti dilakukan.

Sebaiknya periksa juga as roda dan sokbreker. Ganti bila perlu mengingat umut mobil yang sudah tua.

Getaran berlebih

Perkara ini disebabkan dari engine mounting. Biasanya getaran berlebih lantaran engine mounting yang sudah getas dimakan umur dan pemakaian.

Selasa, 15 April 2025

Kebiasaan Sepele yang Merusak AC Mobil Anda

Kekrusakan Penting dari Merawat AC pada Kendaraan untuk Kesejahteraan Selama Mengemudi

JAKARTA, Amoeblog - Sistem pendingin udara pada kendaraan sangat penting untuk mempertahankan kenyamanan perjalanan, terlebih lagi di negeri dengan iklim tropical seperti Indonesia.

Sayangnya, banyak pengemudi tidak menyadari bahwa kebiasaan buruk mereka dapat memperpendek umur AC mobil.

Keunikan Negatif yang Membuat Kerusakan pada Sistem Pendingin Mobil

Gunawan, sang pemilik dari Premium 99 AC, menyatakan bahwa penyebab utama kehancuran dalam sistem pendinginan adalah karena perawatan yang tak sesuai dan penggunaan yang kurang baik.

"Beberapa hal seperti tak pernah mencuci penyaring kabin, penggunaan berlebihan pendingin udara ketika mesin dalam kondisi mati, atau biarkan refrigran habis merupakan kebiasaan yang kerap saya jumpai dan sungguh merugikan untuk sistem AC," jelas Gunawan kepada Amoeblog pada Senin (20/1/2025).

Satu permasalahan yang kerap dilupakan ialah adanya saringan kabin yang kotor.

Gunawan menyatakan bahwa situasi tersebut bisa mempersempit aliran udara, sehingga unit AC perlu beroperasi dengan intensitas tinggi agar mampu memberikan efek dingin. Dia menjelaskan, "Hal itu pada akhirnya membuat bagian-bagian seperti kompresor cenderung aus lebih cepat." Selain itu, dia juga merekomendasikan agar filter kabin diubah atau dibersihkan secara berkala, yaitu setiap antara 10.000 sampai 15.000 kilometer, bergantung pada jenis jalanan yang biasa dilewati kendaraan tersebut.

Penggunaan AC yang Bijak sangat Penting

Di samping itu, membiasakan menyalakan AC sebelum mesin kendaraan benar-benar hidup pula dapat merusak kompresor. Hal ini memiliki risiko tinggi karena komponen tersebut tak menerima pelumas secukupnya ketika mesin dalam kondisi dingin. Akibatnya, kompresor berpotensi mogok atau kering. Begitu penjelasannya.

Salah satu kebiasaan tidak baik yang kerapkali disepelekan ialah meninggalkan jendela kendaraan bermotor tetap terbuka ketika ac sedang hidup.

Ini mengakibatkan AC harus bekerja lebih keras untuk menjaga temperatur dalam kabin, dan hal itu pada gilirannya dapat mempercepat keausan komponen. Banyak orang meremehkannya, namun ini bakal meningkatkan bebannya secara signifikan. Gunawan menegaskan, pastikan jendela ter Tutup erat ketika AC dihidupkan.

Pentingnya Memantau Level Refrigerant

Gunawan juga menekankan pentingnya memantau level refrigerant secara rutin.

Kebocoran atau habisnya refrigerant tanpa disadari dapat menyebabkan kerusakan serius pada komponen AC. "Refrigerant yang habis tidak hanya membuat AC tidak dingin, tetapi juga bisa merusak evaporator dan kompresor," jelasnya.

Rutin Servis AC untuk Perawatan yang Optimal

Untuk memastikan AC mobil tetap awet, Gunawan menyarankan pengemudi untuk melakukan perawatan rutin seperti servis AC setiap 6 bulan sekali, serta menghindari kebiasaan buruk yang dapat memperpendek umur AC. "Perawatan yang baik tidak hanya menjaga kenyamanan, tetapi juga menghemat biaya perbaikan di kemudian hari," tutup Gunawan.

Dengan menjaga kebiasaan baik dan melakukan perawatan rutin, pengemudi dapat memastikan bahwa fitur pendingin ini berfungsi dengan optimal, sehingga perjalanan menjadi lebih nyaman dan aman.

Inilah Alasan Kenapa Oper Gigi Mobil Manual Harus Lepas Gas, Meski Banyak Yang Belum Paham

Amoeblog - Masih sedikit orang yang memiliki mobil dengan transmisi manual dan memahaminya jika ingin mengganti gigi tidak boleh asal-asalan.

Sama seperti saat mencabut gigi, kecepatan putaran mesin tetap tinggi.

Kebiasaan ini dapat menyebabkan kerusakan pada komponen mobil jika digunakan dengan cara yang tidak tepat.

Seperti dijelaskan oleh Hardi Wibowo sebagai pemilik Aha Motor Yogyakarta.

"Meskipun adanya kopling sebagai penghenti putaran mesin, pedal gas masih perlu dilepaskan selama proses pergantian gigi agar putaran mesin tidak menjadi terlalu tinggi. Jika biasa melakukan hal tersebut malah dapat merusak kopling," kata Hardi seperti dilansir Kompas.com baru-baru ini.

Hardi menyebutkan bahwa jika kecepatan putaran mesin terlampau tinggi, hal itu dapat menimbulkan gaya gesek yang kuat antara kampas kopling dan roda giginya saat melakukan pergantian gigi dalam transmisi.

Itu menyebabkan klep rem menjadi lebih cepat habis.

"Setelah pelepasan pedal gas, kecepatan mesin yang sudah diatur oleh supir mulai dari saat pembebasan pedal kopling akan beradaptasi, kemudian sopir dapat mengakibatkan peningkatan gas ketika kopling kembali bersatu," jelas Hardi.

Hardi menyebutkan bahwa semakin tinggi gesekan pada cakram kliping dan roda gigi, komponen tersebut akan lebih rentan terhadap overheating.

Buruknya jika tetap dipaksa dapat menyebabkan kopling menjadi hangat atau bahkan panas berlebihan.

Minggu, 13 April 2025

Seres E3: SUV Canggih dengan Daya Tahan Hingga 450 Km per Pengisian

JAKARTA, Amoeblog Seres makin fokus pada pengembangan pasarnya untuk mobil listrik di Indonesia lewat peluncuran varian terbarunya yaitu Seres E3.

Model SUV listrik terbaru direncanakan akan melakukan debut pra-peluncuran dalam acara Periklindo Electric Vehicle Show (PEVS) 2025 yang berlangsung dari tanggal 29 April hingga 4 Mei 2025 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Kedatangannya di acara itu membolehkan pembeli memesan produknya terlebih dahulu sebelum dipasarkan secara resmi pada ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025.

E3 Seres dibuat menjadi sebuah SUV elektrik yang ditujukan untuk mobilitas di area perkotaan dengan gaya modern serta dilengkapi dengan berbagai fitur teknologi tinggi.

Prediksi menunjukkan bahwa model ini akan memiliki spesifikasi serupa dengan Seres 3 yang sudah tersedia di beberapa negara.

Dari segi kinerja, kendaraan ini diklaim dapat memproduksi kekuatan sebesar 200 tk bersama torsinya yang mencapai 310 Nm, dan juga dilengkapi dengan kemampuan untuk menempuh jarak hingga 450 km pada setiap kali pengisian daya.


Daya baterenya dapat diisi cukup cepat pula, dan hal ini dilakukan melalui modeصند
صند fast charging yang mengizinkan pengisian baterai hingga 80 persen dalam kurun waktu kira-kira 30 menit.

Dari segi ukuran, Seres E3 diduga berukuran panjang sekitar 4.600 mm dengan lebar 1.850 mm dan tinggi 1.620 mm, menciptakan interior yang lapang dan nyaman untuk penumpangnya.

Interiornya dibuat menggunakan bahan berkualitas dan dijejali teknologi hiburan canggih yang telah terintegrasi sepenuhnya dengan perangkat pintar.

Dalam hal keselamatan, mobil ini akan memiliki fitur meliputi Adaptive Cruise Control (ACC), Lane Keeping Assist (LKA), serta Automatic Emergency Braking (AEB).

Selain itu, Seres E3 juga dilengkapi dengan Blind Spot Detection (BSD), Rear Cross Traffic Alert (RCTA), dan Driver Monitoring System (DMS).

Seres E3 diproyeksikan akan menjadi salah satu pilihan menarik bagi konsumen yang ingin beralih ke mobil listrik dengan harga kompetitif. "Harganya kita umumkan nanti, tapi yang pasti lebih murah dari kompetitornya," ujar Cing Hok Rifin, Director Sales Center PT Sokonindo Automobile, di Jakarta belum lama ini.

Sabtu, 12 April 2025

SUV Listrik Baru: 241 km Per Charge, Desainnya Kekinian seperti Jimny dan G-Class

Amoeblog - Perusahaan startup di bidang otomotif dari Ceko bernama MW Motors, menghasilkan kendaraan bermotor listrik dengan nama Spartan EV 2.0 yang merujuk pada kerangka dan badannya seperti Force Gurkha.

Force Gurkha merupakan SUV asal India yang dirancang menyerupai kombinasi antara eksterior Suzuki Jimny dan tampilan depan Mercedes-Benz G-Class.

Eksterior Spartan EV 2.0 sebagian besar identik dengan Force Gurkha. Termasuk di antaranya adalah lampu depan LED dan DRL membulat.

Selanjutnya terdapat bumper yang bergaya olahraga dilengkapi dengan lampu fogs, overfender hitam lebar, spion bertipe segiempat, roof rack, serta step side.

Di bagian belakang terdapat taillamp yang diposisikan secara vertikal, tangga atap, sampai penempatan ban serep sama seperti Force Gurkha.

Hanya terdapat perbedaan pada bagian luar kendaraan yakni pada grill Spartan EV 2.0 yang menggunakan model tertutup dan disertai dengan desain velg alumunium baru.

Saat memasuki bagian dalamnya, ditemukan beberapa kemiripan dengan Force Gurkha di berbagai elemen seperti tata letak pendingin udara, stir kendaraan, serta kontrol suhu lingkungan.

Meskipun demikian, Spartan EV 2.0 telah dilengkapi dengan panel instrumen digital lengkap dan sistem hiburan yang menggunakan sistem operasi berbeda.

Untuk performa, Spartan EV 2.0 dilengkapi baterai Lithium-ion 61,1 kWh yang terhubung ke motor listrik tunggal berdaya 130 kW atau setara 174 dk dan torsi 1.075 Nm.

Kemampuan jarak tempohnya dinyatakan dapat menjangkau hingga 150 mil atau kira-kira 241 km dengan satu kali pengisian daya penuh.

Dengan opsi fast charging, pengisian baterai dari kapasitas 20 persen hingga 80 persen dapat dicapai hanya dalam 36 menit.

SUV ini dilengkapi dengan fitur V2L (Vehicle-to-load) yang bisa diandalkan untuk mencharger berbagai peralatan atau perlengkapan elektronik.

Spartan EV 2.0 juga memiliki pengunci diferensial yang bisa diperiksa secara manual di depan dan belakang. Kendaraan jenis SUV ini dapat digunakan dengan berbagai konfigurasi termasuk 2WD High, 4WD High, serta 4WD Low.

Sistem rem yang dapat diperbaharui disediakan untuk memperpanjang jarak tempuh kendaraan. Untuk tingkat keamanan tambahan, fiturnya mencakup kontrol turunan bukit, Anti-lock Braking System (ABS), serta sensor pengawas tekanan ban.

CVT vs AT: Mana yang Lebih Tahan Lama di Indonesia?

JAKARTA, Amoeblog - Banyak sopir mobil di Indonesia lebih menyukai transmisi otomatis karena tingkat kenyamannya, terlebih saat sering kali dipakai dalam kemacetan perkotaan yang ramai.

Namun, saat membahas tentang ketangguhan, timbul diskusi terkait dua jenis transmisi otomatis yang lazim dipakai, yakni Continuously Variable Transmission (CVT) dan Automatic Transmission (AT) tradisional, manakah yang bertahan lebih lama dalam jangka waktu panjang?

Menurut Lung Lung, sang pemilik Dokter Mobil, daya tahan transmisinya sangat tergantung pada bagaimana mobil tersebut digunakan dan dirawat.

"Bila ingin membandingkannya, transmisi otomatis konvensional biasanya memiliki ketahanan yang lebih baik berkat penggunaan gear yang lebih kokoh dan kurang peka terhadap cara mengemudi," jelas Lung Lung pada Amoeblog, Minggu (30/3/2025).

"CVT mungkin lebih lembut saat beralih gigi, namun ia menggunakan sabuk baja yang dapat usang dengan cepat apabila dipakai secara agresif terus-menerus," jelasnya.

Lung Lung menjelaskan, CVT bekerja dengan sistem pulley Dan sabuk baja yang selalu mengatur perbandingan roda gigi dengan lembut, berbeda dari transmisi otomatis konvensional yang memakai planetary gearset.

Dalam kondisi penggunaan yang normal dan perawatan yang rutin, kedua sistem ini dapat bertahan lama. Namun, CVT lebih rentan terhadap slip dan overheating jika tidak ditangani dengan benar.

"CVT lebih peka terhadap variasi suhu dan muatan kerja ekstra. Apabila sering dipergunakan untuk mendaki atau memuat beban berat tanpa pendingin yang cukup, sabuk besinya dapat aus dengan cepat. Di sisi lain, transmisi otomatis konvensional cenderung lebih tangguh dalam situasi itu sebab cara kerjanya lebih simpel dan kokoh," katanya.

Namun demikian, menurut Lung Lung, ketahanan transmisinya tidak hanya tergantung pada tipe kendaraannya saja, melainkan juga dipengaruhi oleh gaya mengemudi serta perawatannya yang dilakukan sang pemilik mobil.

"CVT bisa awet juga kalau pengendara mengikuti prosedur perawatan yang benar, seperti mengganti oli transmisi sesuai jadwal, menghindari akselerasi mendadak, dan memastikan sistem pendingin bekerja optimal," ujarnya.

Pilihan antara CVT dan AT kembali pada kebutuhan dan preferensi pengendara. Jika mengutamakan kenyamanan berkendara dan efisiensi bahan bakar, CVT bisa menjadi pilihan yang tepat.

Namun, bagi yang lebih mementingkan ketahanan dan keandalan dalam jangka panjang, AT konvensional mungkin lebih disarankan.

Kamis, 10 April 2025

Perbedaan Biaya Perawatan: Mobil Manual vs Otomatis

Kenapa Memutuskan Antara Transmisi Manual dan Otomatis Seringkali Jadi Masalah?

JAKARTA, Amoeblog Memilih antara mobil dengan transmisi manual atau otomatis sering kali menjadi tantangan bagi konsumen.

Satu aspek penting yang harus diperhitungkan adalah beban biaya pemeliharaan jangka panjang untuk setiap tipe transmisi.

Walaupun biasanya dinyatakan bahwa mobil transmisi manual lebih hemat bahan bakar, pada kenyataannya hal itu belum tentu benar.

Apa Perbedaan Biaya Perawatan antara Mobil Manual dan Otomatis?

Lung Lung, sang pemilik Dokter Mobil, menyatakan bahwa biaya perawatan untuk mobil dengan transmisi manual belum tentu lebih terjangkau daripada yang bertransmisi otomatis.

Satu elemen yang mempengaruhi biaya pemeliharaan adalah kopling.

Pada saat umur pemakaian kopling berakhir, pengendara mobil dengan transmisi manual perlu menukar platkopling serta piring rem kopling, hal ini tentunya memakan biaya yang cukup signifikan. Dia menjelaskan bahwa jika kopling pada kendaraan manual sudah aus, maka diperlukan pergantian plat kopling dan piringannya, yang mana proses tersebut menelan biaya lumayan tinggi. Oleh karena itu, ia menyampaikan pesan agar kita tidak meremehkan adanya biaya ekstra untuk mobil bertansmisi manual, seperti disampaikannya dalam wawancaranya dengan Amoeblog.

Selain penggantian kopling, mobil manual juga membutuhkan oli gear atau oli transmisi.

Walaupun terlihat lebih simpel, mobil manual masih membutuhkan servis minyak.

Berbeda dengan itu, mobil matik memang membutuhkan lebih banyak jenis oli, tetapi proses perawatannya bisa dibilang lebih praktis.

Apakah Perawatan Mobil Matik Lebih Mudah?

Menurut Lung Lung, merawat mobil matic ternyata justru lebih sistematis dan sederhana. Dia menjelaskan, "Umumnya, setelah mencapai jarak tempuh 20 ribu kilometer, minyak mesin matic perlu dibekali dengan yang baru, sedangkan penyaringannya harus diubah pula setiap melakukan pergantian oil kedua kalinya atau kira-kira 40 ribu kilometer." Menurut dia lagi, jika rutinitas tersebut ditaati, kondisi kendaraan matic Anda akan selalu baik-baik saja.

Ini menunjukkan bahwa dengan rutinitas perawatan yang tepat, mobil matik dapat berfungsi optimal dan tahan lama.

Walaupun sebagian orang berpendapat bahwa mobil matic lebih kompleks dikarenakan adanya lebih banyak komponen kecil seperti klutch plate, teknologi transmisi otomatis terkini didesain untuk menyediakan kemudahan penggunaan tanpa harus mengurangi ketahanannya.

Kenapa Banyak Pembeli Lebih Suka Mobil Manual?

Salah satu alasan konsumen lebih memilih mobil manual adalah harga belinya yang lebih terjangkau.

Menurut Lung Lung, "Mobil manual biasanya lebih murah sekitar 15-20 juta dibandingkan versi matiknya. Jadi, wajar kalau banyak orang memilih manual sebagai opsi yang lebih hemat di awal." Namun, pilihan transmisi harus tetap bergantung pada kebutuhan dan preferensi masing-masing pengguna.

Bagi mereka yang mengutamakan kenyamanan saat berkendara di perkotaan, mobil matik adalah pilihan yang tepat.

Sebaliknya, bagi mereka yang mencari kehematan awal atau sering berkendara di medan yang memerlukan kontrol lebih, mobil manual bisa jadi solusi yang lebih sesuai.

Injak dengan Bijak: Teknik Tepat Menginjak Rem Mobil saat Diturunkan

Amoeblog - Mengendalikan kecepatan saat melewati jalan turunan sebenarnya memiliki tekniknya, bukan hanya dengan cara menginjak pedal rem sembarangan.

Sebab itu, pada jalanan menurun, beban menjadi lebih berat karena tidak hanya kecepatan tetapi juga massa mobil membentuk gaya impuls yang mengarahkan kendaraan maju dengan sendirinya.

Sehingga kendaraan dapat bergerak dengan kecepatan yang meningkat ketika menuruni bukit.

Agar dapat memperlambat kendaraan secara selamat diperlukan beberapa keterampilan spesifik.

Untuk mendukung pekerjaan rem, Anda dapat menggunakan teknik pengereman mesin (engine brake).

Apabila transmisisnya manual, maka turunkan posisi gigi dengan bertahap dan sesuai urutan.

Apabila menggunakan transmisi otomatis biasa atau CVT, letakkan tuas persenel pada posisi overdrive mati atau Sport/Second agar sistem memilih rasio gigi yang lebih rendah.

Jika kehilangan kedua fitur tersebut, coba perlambat dengan perlahan sambil menekan tuas rem.

Geser tuas dari posisi D ke 3, 2, hingga 1 atau L.

Dengan perbandingan gigi atau rasio sabuk pada sistem transmisi CVT yang lebih rendah, maka putaran mesin cenderung naik sebagai respons terhadap penahanan kecepatan oleh mobil.

Selasa, 08 April 2025

Toyota bZ4X di Indonesia: Rincian Spesifikasi dan Fitur Terbaik

JAKARTA, Amoeblog - Mobil listrik Toyota bZ4X tetap merupakan satu-satunya model yang dipasarkan oleh Toyota Astra Motor (TAM) di Indonesia.

Dari segi penampilan luarnya maupun interiornya, bZ4X mengusung gaya yang terlihat futuristik.

Sebagai contoh, di luar, tepinya terlihat jelas dengan penambahan bahan bodywork yang beragam, menggunakan kombinasi glossy dan matte pada area fender.

Belum termasuk desain lampunya yang ramping dengan Daytime Running Lamp (DRL) di atas, ditambah spoiler di bagian belakang atap yang terbagi menjadi dua sisi kiri dan kanan, cukup unik.

Berbicara tentang spesifikasinya, mobil Bz4x ini mempunyai ukuran panjang 4.690 mm, lebar 1.860 mm, serta tinggi mencapai 1.600 mm dengan jarak sumbu roda sebesar 2.850 mm.

Apabila dibandingkan, dimensi dari bZ4X hampir sama dengan Hyundai Ioniq 5 ataupun Honda CR-V.

Untuk kinerjanya, bZ4X diperkuat oleh motor elektrik terpasang pada roda depan dengan tenaga sebesar 201 TK dan torsi mencapai 266,3 Nm.

Sementara baterainya menggunakan lithium-ion dengan kapasitas 71,4 kWh, klaim Toyota bisa menempuh jarak 500 km dari penuh.

Campuran antara baterai dan motor listrik itu memungkinkan bZ4X untuk mencapai kecepatan 100 km/jam mulai diam dalam waktu 8,3 detik.

Sistem pengisian cepat 150 kW membolehkan pengisiannya naik dari 0% hingga 80% dalam waktu setengah jam saja.

Pada bagian kaki-kaki, bZ4X menggunakan pelek 18 inci dengan dop dual-tone.

Sistem pengereman pun sudah cakram di semua roda, dan konstruksi suspensi model double wishbone di depan serta strut-type coil spring di belakang.

Melangkah ke dalam kabinnya, Toyota bZ4X menampilkan gaya interior yang kontemporer dengan palet warna mayoritas berupa hitam.

SUV Toyota ini dibekali dengan head unit berukuran 12,3 inci dengan desain yang mengambang serta sudah dilengkapi dengan fitur konektivitas lengkap ke smartphone.

Minggu, 06 April 2025

3 Alasan Mengapa Mobil Listrik Membutuhkan Ban Khusus, Salah Satunya Bisa Merubah Semuanya

Amoeblog - Sebagian mobil listrik memakai ban yang di desain secara spesifik.

Tentu saja pemakaian ban yang dibuat secara khusus untuk mobil listrik tersebut mempunyai berbagai alasannya.

Keamanan dan kenyamaan menjadi dasar bagi pembuat ban dalam mendesain produk spesial untuk kendaraan berbasis listrik.

"Sebenarnya bisa saja pakai ban mobil biasa, tapi mungkin akan lebih cepat habis tapaknya," ucap Eric Tanzil dari gerai pelek Permaisuri Ban, yang berada Sunter, Jakarta Utara.

Maka, mengapa mobil listrik lebih baik menggunakan ban yang dirancang khusus? Untuk informasi selengkapnya, mari kita lihat penjelasan di bawah ini:

1. Bobot

Mobil listrik mempunyai beban yang lumayan tinggi karena menggunkan baterai dengan kapasitas daya besar.

Berat baterainya dapat mencapai beberapa ratus kilogram, yang kemudian akan meningkatkan bebannya pada dinding ban.

"Desain konstruksi ban untuk mobil listrik pun telah disempurnakan agar dapat menopang beban kendaraan yang lebih berat," jelas Eric.

2. Tingkat Kebisingan

Karena telah berhenti menggunakan mesin bertenaga bahanbakar tradisional, secara otomatis kendaraan listrik akan memiliki kebisingan yang jauh lebih rendah di dalam kokpit.

"Maka desain ban untuk mobil listrik pun dibuat agar terdengar lebih tenang, sehingga tidak mengganggu di dalam kokpit," katanya.

3. Torsi

Bila dibandingkan dengan mobil konvensional, mobil listrik secara umum memiliki torsi yang jauh lebih tinggi.

Sehingga dengan torsi besar ini, membutuhkan traksi besar pada ban sehingga bisa memicu stress lebih besar pada telapak bannya.

"Kalau ban khusus mobil listrik, sudah didesain agar sanggup meladeni besar torsi mobil listrik," pungkas Eric.

Honda CR-V Turbo: Fitur Canggih dengan Kinerja Mengagumkan di Setiap Belokan

Mampu Berakselerasi dan Mengendap dengan Lancar, Honda CR-V Turbo Dipersenjatai Dengan Banyak Fasilitas

Dengan Akselerasi Lancar dan Kemudi yang Mantap, Honda CR-V Turbo Dilengkapi dengan Berbagai Fasilitas

Meskipun terletak di bawah variant Honda CR-V 2.0 RS e:HEV, Honda CR-V 1.5 Turbo masih dilengkapi dengan banyak fitur.

Amoeblog/ Review & Test

Trybowo Laksono 30 Maret pukul 20:33 30 Maret pukul 20:33

Amoeblog – Meskipun secara varian termasuk yang lebih rendah dibanding Honda CR-V 2.0 RS e:HEV, Honda CR-V 1.5 Turbo tetap dilengkapi dengan banyak fitur.

Misal dari aspek advanced driver assistance system (ADAS), Honda CR-V 1.5L Turbo tetap mendapat Honda SENSING yang lengkap.

Dimulai dengan Sistem Bantuan Pelacakan Jalur (Lane Keeping Assist System/LKAS), Kontrol Turun Cepat yang Dapat Dilacak (Adaptive Cruise Control with Low Speed Follow/ACC w/ LSF), Lampu Tinggi Otomatis (Automatic High Beam/AHB), Sistem Penghindaran Meninggalkan Jalan (Road Departure Mitigation System/RDM), serta Sistem Pemberitahuan Keberangkatan Kendaraan Depan (Lead Car Departure Notification System/LCDN).

LKAS membuat setir CR-V Turbo bisa membelok sendiri untuk membuat mobil tetap berada di jalur, sedangkan ACC memastikan mobil sesuai dengan kecepatan yang diset yang berarti ia mampu berakselerasi dan mengerem secara otomatis dalam prosesnya.

Namun, ia tidak menerima teknologi Adaptive Driving Beam layaknya kakaknya.

Honda CONNECT juga memiliki fitur seperti Remote Vehicle Control, Find My Car, atau Geo-Fencing Alert.

Para pemilik juga dapat merasa lebih tenang sebab adanya konektivitas antara kendaraan dan ponsel yang memungkinkannya untuk memantaunya serta mengendalikannya kapan saja.

Di luar kemampuan canggih dari fitur ADAS dan telematika, aspek lainnya juga menonjol dengan fiturnya yang unik.

Jok berlapis kulit kombinasi, sunroof+panoramic roof, konsol wireless charging, Honda Lane Watch, hingga power tailgate dengan hands-free yang memudahkan.

Lalu ada Vehicle Stability Assist, Hill Descent Control, Hill Start Assist, 8 airbags yang memberi jaminan keselamatan lebih baik.

Paddle-shift pun disediakan untuk menggunakan mode manual ketika ingin berkendara dengan lebih fun.

FITUR UNGGULAN Collision Mitigation Braking SystemLane Keeping Assist SystemAdaptive Cruise Control w/ Low Speed FollowRoad Departure Mitigation SystemLead Car Departure Notification SystemRemote Vehicle ControlFind My CarGeo-Fencing AlertApple CarPlay/Android Auto8 airbagsPower tailgateHonda LaneWatchPaddle-shiftJok kulitJok elektrisAmbient light

Copyright Amoeblog2025

Related Article

Selasa, 01 April 2025

Inilah Ciri-Ciri Kendaraan Populer yang Menandakan Travel Ilegal Sedang Beroperasi

Kini Anda Mengetahui, Begini Karakteristik Avanza, Kijang Innova, HiAce dll yang Pastinya Termasuk Travel Ilegal

Kini Anda Mengetahui, Begini Karakteristik Avanza, Kijang Innova, HiAce dll yang Pastinya Termasuk dalam Layanan Travel Ilegal

Berikut adalah karakteristik dari Toyota Avanza, Kijang Innova hingga HiAce yang sering digunakan sebagai armada tak resmi, periksa detail ini dan akan langsung terdeteksi.

Amoeblog/ Knowledge

Irsyaad W March 21st, 4:30 PM March 21st, 4:30 PM

Amoeblog - Pengguna travel ilegal diprediksi akan meningkat di musim mudik lebaran 2025.

Tentang karakteristik dari perjalanan gelap atau ilegal ini dapat dipahami bahkan oleh orang biasa sekalipun.

Unit-unitnya beragam mulai dari Toyota Avanza, Kijang Innova, Daihatsu Gran Max, Luxio hingga Isuzu Elf.

Djoko Setijowarno, wakil ketua Program Pemberdayaan dan Pembangunan Kawasan Masyarakat untuk Transportasi Indonesia (MTI) pusat, menyebut bahwa salah satu alasan kenapa layanan perjalanan ilegal menjadi pilihan populer pada arus balik Lebaran tahun 2025 adalah kurangnya adanya program mudik gratis yang diselenggarakan oleh pemerintah.

"Diperkirakan mudik lebaran tahun 2025, pengguna travel gelap akan meningkat mengingat program mudik gratis ditiadakan yang diselenggarakan Kementerian Perhubungan," kata Djoko dari siaran resminya, (3/3/25) menukil Kompas.com.

"Lebih hemat dan mudah menggunakan jasa travel gelap," katanya.

Djoko menyatakan bahwa menurut data dari Survei Potensi Pergerakan Angkutan Lebaran untuk periode tiga tahun belakangan ini (2022-2024), ada peningkatan ketertarikan publik pada pemanfaatan transportasi massal.

Pada kenyataannya, di tahun sebelumnya, survei mengungkapkan bahwa kebanyakan orang lebih memilih menggunakan mobil pribadi atau sepeda motor.

Namun, mudik Lebaran tahun 2025, pemerintah melalui Kementerian Perhubungan tidak menyelenggarakan program mudik gratis.

Keadaan ini pun dapat dieksplorasi oleh sejumlah pengusaha tidak bertanggung jawab untuk menyelenggarakan perjalanan ilegal karena secara otomatis permintaan dari kalangan menengah ke bawah yang ingin pulang kampung dengan biaya lebih murah menjadi semakin tinggi.

Oleh itu, ia mengingatkan bagi para calon pemudik untuk sebisa mungkin menghindari travel gelap.

Sebab meskipun murah, layanan dimaksud tidak meliputi tanggungjawab atas kenyamanan dan keselamatan penumpang.

"Jika terjadi kecelakaan, maka tidak dapat santunan dari PT Jasa Raharja," kata dia.

Djoko lantas memberikan beberapa ciri-ciri travel gelap untuk identifikasi awal.

Dari sisi kepemilikan, travel gelap bisa sewa bulanan, setoran harian, atau milik perorangan yang bergabung dalam paguyuban.

"Tidak mengurus perizinan karena tidak memenuhi syarat sebagai perusahaan angkutan umum, dan tidak membayar pajak sebagai perusahaan angkutan umum," ucap Djoko dalam kesempatan terpisah.

Kemudian, pemasaran melalui daring (online) dalam suatu komunitas secara online/via medsos.

Serta diberikan tanda berupa stiker untuk memberikan tanda bergabung dalam komunitas.

Menurut Djoko, stiker tersebut bertujuan untuk pengelolaan dalam mengatasi insiden lalu lintas serta memastikan kelancaran operasional oleh petugas yang bersangkutan.

Dia juga menyebutkan bahwa terdapat 2 tipe kendaraan operasional yang digunakan oleh layanan perjalanan ilegal tersebut.

Pertama adalah sebuah mini bus berplat hitam dengan kapasitas mesin di atas 2.000 cc yang disiapkan untuk layanan transportasi door-to-door antara kota dan antar propinsi.

Kedua, kendaraan penumpang berplat hitam yang memiliki kapasitas mesin sebesar 1.000 cc hingga 1.500 cc dipakai untuk layanan transportasi door-to-door diantara kota dan propinsi.

"Mayoritas tujuannya adalah jarak di bawah 500 km dengan durasi perjalanan antara 4 hingga 6 jam, seperti halnya Cirebon, Kuningan, Tegal, Brebes, Pemalang, Purwokerto, Solo, Banjar, dan Lampung," ucap Djoko.

"Untuk urusan armada, angkutan umum pelat hitam sudah relatif maju dengan menggunakan kendaraan berkapasitas 8-20 penumpang, seperti Toyota HiAce, Toyota Kijang Innova, Isuzu Elf, Toyota Avanza, Daihatsu Gran Max," ujar dia.

Djoko menyebutkan bahwa umumnya para pemilik kendaraan sering kali menyerahkannya kepada pihak-pihak tidak bertanggung jawab agar diurus oleh mereka.

Pengendratanya haruslah seorang penembak jitu yang juga mahir dalam mengendarai kendaraan.

"Terjadi terkadang kurangnya SIM, melewatkan pemeriksaan kendaraan rutin (KIR), serta tak melunasi premi asuransi jiwa kepada PT Jasa Raharja," ungkap Djoko.

Copyright Amoeblog2025

Related Article

Selasa, 04 Maret 2025

Motor Baru Seperti Yamaha MT25 dengan Performa Lebih Ganas, Pasar Indonesia Berkata

MOTOR Plus-online.com - Kehandalan dalam berkelana menjadikan banyak orang lebih suka menggunakan skuter otomatis daripada sepeda motor dengan transmisi manual.

Keluar model sepeda motor terbaru yang menyerupai Yamaha MT25 tetapi dengan tenaga mesin yang lebih kuat, speknya membuat orang jadi ingin tahu.

Pasarnya untuk sepeda motor olahraga di Indonesia termasuk cukup stagnan dibandingkan dengan skuter otomatis yang semakin digemari.

Kelancaran dan kenyamanan dalam bergerak adalah pilihan utama bagi banyak orang untuk menggunakan sepeda motor otomatis ini.

Sebagaimana dikutip dari 2banh.vn, telah hadir sepeda motor jenis naked bike terbaru yang menampilkan desain atraktif serta mesin berkapasitas besar.

Tidak seperti di Indonesia, pasar sepeda motor di beberapa negara Asia dan Eropa masih didominasi oleh jenis motor sport.

Baru-baru ini, VOGE secara resmi memperkenalkan motor sport barunya, VOGE 625R , di pasar Spanyol.

Negara ini merupakan yang pertama kali mendapatkan model tersebut sebelum diluncurkan secara massal.

Melalui sejumlah peningkatan dalam desain, mesin, serta kelengkapannya, model 625R ini dijamin akan menyita perhatian pecinta kendaraan bermotor dengan cc yang lebih besar.

VOGE 625R menampilkan desain yang sepenuhnya berbeda dari sebelumnya, yaitu 500R.

Secara khusus, sisi mobil didesain ulang dengan garis-garis tajam, menciptakan tampilan keseluruhan yang lebih sporty dan dinamis.

Ujung knalpot baru tidak hanya terlihat bagus tetapi juga membantu meningkatkan aerodinamika kendaraan.

Mesinnya juga ditingkatkan dengan penutup berlapis tembaga, memberinya tampilan lebih mewah dan moderen.

Teknologi yang ada di 625R juga layak menjadi sorotan bagi para pecinta.

Kendaraan ini memiliki layar LCD yang menampilkan informasi lengkap, sistem pengereman anti-lock ABS 2 saluran, lampu sinyal LED penuh, dan sakelar yang nyaman.

Selain itu, detail penting adalah bahwa kendaraan dapat dilengkapi dengan sistem kontrol traksi, berdasarkan keberadaan lampu indikator yang sesuai pada layar kontrol.

Secara daya, VOGE 625R dipersenjatai oleh mesin berpendingin cairan yang memiliki konfigurasi 2 silinder sejajar dengan kapasitas 581 cc serta sudut pembakaran 270 derajat. Mesin ini juga mengadopsi sistem dual overhead camshaft bersama empat valve untuk setiap silindernya.

Mesin ini sesuai dengan standar emisi Euro5+ dan dipasangkan dengan transmisi manual 6-kecepatan.

Mesin ini mampu menghasilkan daya puncak sebesar 64 tenaga kuda di putaran mesin 9.000 rpm serta torsi tertinggi mencapai 58 Nm pada kecepatan 6.500 rpm.

Kelajuan tertinggi yang bisa diraih kendaraan ini sampai dengan 170 kilometer per jam.

Rangka dibuat dari pipa besi yang kuat, sedangkan lengannya penggerak bagian belakang terbuat dari aluminium sehingga dapat membantu menurunkan beratnya.

Suspensi upside down dari KYB, walaupun tidak bisa diatur tingginya.

Sistem rem mencakup dua cakram di bagian depan serta satu cakram pada sisi belakang yang disediakan oleh Nissin.

VOGE 625R berukuran panjang 2.100 mm, lebar 770 mm, tinggi 1.090 mm, dengan jarak sumbu roda sebesar 1.445 mm, serta ketinggian seat mencapai 795 mm.

Mobil ini dilengkapi dengan roda berukuran 17 inci serta ban depan ukuran 120/70 dan ban belakang ukuran 160/60.

Bobot kosongnya adalah 186 kg, tanpa memasukkan 16,5 liter bahan bakar yang ada di tangki.

Setelah diluncurkan di Spanyol, motor ini kemungkinan akan segera muncul di banyak pasar Asia.