This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label electric power. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label electric power. Tampilkan semua postingan

Minggu, 13 April 2025

Seres E3: SUV Canggih dengan Daya Tahan Hingga 450 Km per Pengisian

JAKARTA, Amoeblog Seres makin fokus pada pengembangan pasarnya untuk mobil listrik di Indonesia lewat peluncuran varian terbarunya yaitu Seres E3.

Model SUV listrik terbaru direncanakan akan melakukan debut pra-peluncuran dalam acara Periklindo Electric Vehicle Show (PEVS) 2025 yang berlangsung dari tanggal 29 April hingga 4 Mei 2025 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Kedatangannya di acara itu membolehkan pembeli memesan produknya terlebih dahulu sebelum dipasarkan secara resmi pada ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025.

E3 Seres dibuat menjadi sebuah SUV elektrik yang ditujukan untuk mobilitas di area perkotaan dengan gaya modern serta dilengkapi dengan berbagai fitur teknologi tinggi.

Prediksi menunjukkan bahwa model ini akan memiliki spesifikasi serupa dengan Seres 3 yang sudah tersedia di beberapa negara.

Dari segi kinerja, kendaraan ini diklaim dapat memproduksi kekuatan sebesar 200 tk bersama torsinya yang mencapai 310 Nm, dan juga dilengkapi dengan kemampuan untuk menempuh jarak hingga 450 km pada setiap kali pengisian daya.


Daya baterenya dapat diisi cukup cepat pula, dan hal ini dilakukan melalui modeصند
صند fast charging yang mengizinkan pengisian baterai hingga 80 persen dalam kurun waktu kira-kira 30 menit.

Dari segi ukuran, Seres E3 diduga berukuran panjang sekitar 4.600 mm dengan lebar 1.850 mm dan tinggi 1.620 mm, menciptakan interior yang lapang dan nyaman untuk penumpangnya.

Interiornya dibuat menggunakan bahan berkualitas dan dijejali teknologi hiburan canggih yang telah terintegrasi sepenuhnya dengan perangkat pintar.

Dalam hal keselamatan, mobil ini akan memiliki fitur meliputi Adaptive Cruise Control (ACC), Lane Keeping Assist (LKA), serta Automatic Emergency Braking (AEB).

Selain itu, Seres E3 juga dilengkapi dengan Blind Spot Detection (BSD), Rear Cross Traffic Alert (RCTA), dan Driver Monitoring System (DMS).

Seres E3 diproyeksikan akan menjadi salah satu pilihan menarik bagi konsumen yang ingin beralih ke mobil listrik dengan harga kompetitif. "Harganya kita umumkan nanti, tapi yang pasti lebih murah dari kompetitornya," ujar Cing Hok Rifin, Director Sales Center PT Sokonindo Automobile, di Jakarta belum lama ini.

Kamis, 10 April 2025

Mobil Listrik Dapat Tanpa Ban Cadangan: Inilah Peraturannya

JAKARTA, Amoeblog Umumnya, mobil listrik tidak dilengkapi dengan ban serep atau ban cadangan. Banyak orang masih beranggapan bahwa semua jenis mobil harus menyertakan ban tambahan sebagai persyaratan standar.

Saat kondisi darurat, seperti pecah ban, memang akan sangat memudahkan jika punya ban cadangan. Ban yang sudah rusak bisa langsung diganti di tempat dengan ban cadangan.

Apabila tidak memiliki ban serep, pemilik kendaraan yang mengalami puncture pada ban akan harus meminta bantuan tangki derek agar dapat diantar menuju tempat reparasi terdekat.

Sebagian produsen mobil listrik, tidak membekali mobilnya dengan ban cadangan, karena sudah menggunakan ban jenis Run Flat Tire (RFT). Sebagian lainnya, membekali mobil dengan tire repair kit.

Itu tidak menyalahi peraturan dan merujuk ke Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Republik Indonesia Nomor 33 Tahun 2018 tentang Pengujian Tipe Kendaraan Bermotor, Pasal 14, dengan isi seperti di bawah ini:

(1) Ban pelapis yang disebutkan di Pasal 11 ayat (1) huruf g serta Pasal 12 ayat (1) huruf g bisa digantikan dengan penerapan teknologi alternatif untuk fungsinya sebagai ban pelapis.

(2) Alternatif untuk fungsi ban penggantian sebagaimana dijelaskan dalam ayat (1) bisa termasuk:

a. Ban run-flat lengkap dengan penunjuk tekanan udara;

b. Peralatan perbaikan ban; atau

c. Teknologi lain.

(3) Fungsi dari ban serep yang disebutkan dalam pasal (2) perlu ditemani dengan panduan cara menggunakan saat berada di jalanan.

(4) Kendaraan yang menggunakan pengganti fungsi ban cadangan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dapat tidak dilengkapi dongkrak dan alat pembuka roda.

Pada saat bersamaan, peraturan mengenai ban serep dijabarkan dalam Pasal 57 UU LLAJ, yang menetapkan bahwa semua kendaraan bermotor yang digunakan di jalanan harus dilengkapi dengan kelengkapan kendaraan bermotor. Untuk jenis mobil misalnya, ini mencakup juga penyediaan ban cadangan.

Ban cadangan boleh tidak 100 persen sama dengan ban standar. Namun, itu berlaku hanya untuk tapak ban saja, sementara diameternya tidak boleh berbeda.

Penjelasannya tertuang dalam Pasal 47 Peraturan Pemerintah No. 55 Tahun 2012 mengenai Kendaraan, yaitu bahwa ban pengganti harus mempunyai ukuran identik dengan ban yang telah dipasang; akan tetapi, ban penggantian dapat memiliki lebar tapak yang beragam selama diameternya secara total tetap sama.

Minggu, 06 April 2025

3 Alasan Mengapa Mobil Listrik Membutuhkan Ban Khusus, Salah Satunya Bisa Merubah Semuanya

Amoeblog - Sebagian mobil listrik memakai ban yang di desain secara spesifik.

Tentu saja pemakaian ban yang dibuat secara khusus untuk mobil listrik tersebut mempunyai berbagai alasannya.

Keamanan dan kenyamaan menjadi dasar bagi pembuat ban dalam mendesain produk spesial untuk kendaraan berbasis listrik.

"Sebenarnya bisa saja pakai ban mobil biasa, tapi mungkin akan lebih cepat habis tapaknya," ucap Eric Tanzil dari gerai pelek Permaisuri Ban, yang berada Sunter, Jakarta Utara.

Maka, mengapa mobil listrik lebih baik menggunakan ban yang dirancang khusus? Untuk informasi selengkapnya, mari kita lihat penjelasan di bawah ini:

1. Bobot

Mobil listrik mempunyai beban yang lumayan tinggi karena menggunkan baterai dengan kapasitas daya besar.

Berat baterainya dapat mencapai beberapa ratus kilogram, yang kemudian akan meningkatkan bebannya pada dinding ban.

"Desain konstruksi ban untuk mobil listrik pun telah disempurnakan agar dapat menopang beban kendaraan yang lebih berat," jelas Eric.

2. Tingkat Kebisingan

Karena telah berhenti menggunakan mesin bertenaga bahanbakar tradisional, secara otomatis kendaraan listrik akan memiliki kebisingan yang jauh lebih rendah di dalam kokpit.

"Maka desain ban untuk mobil listrik pun dibuat agar terdengar lebih tenang, sehingga tidak mengganggu di dalam kokpit," katanya.

3. Torsi

Bila dibandingkan dengan mobil konvensional, mobil listrik secara umum memiliki torsi yang jauh lebih tinggi.

Sehingga dengan torsi besar ini, membutuhkan traksi besar pada ban sehingga bisa memicu stress lebih besar pada telapak bannya.

"Kalau ban khusus mobil listrik, sudah didesain agar sanggup meladeni besar torsi mobil listrik," pungkas Eric.

Kamis, 03 April 2025

Cerita Mengisi Daya Geely EX5 di Charger 200 kW: Cukup 30 Menit, Siap untuk Dijalankan!

Cerita Ngecas Geely EX5 di Charger 200 kW, Cuma 30 Menit Sudah 80%

Kisah Mengisi Daya Geely EX5 di Charger 200 kW, Hanya dalam Waktu 30 Menit Sudah Mencapai 80%

Kisah pendek tentang pengisian baterai Geely EX5 pada pengecasan berdaya 200 kW, hanya butuh waktu setengah jam untuk mencapai tingkat muatan (SoC) 80%.

Amoeblog/ News

Rayhansyah Haikal Wishnumurti 31 Maret pukul 10:00 WIB 31 Maret pukul 10:00 WIB

Amoeblog Cerita singkat mengisi daya Geely EX5 di charger 200 kW, cuma 30 menitan sudah sampai state of charge (SoC) 80%.

Geely EX5 adalah salah satu kendaraan listrik yang cukup menggoda bagi Anda yang menerima bonus besar saat Idulfitri tahun 2025.

Mobil listrik dengan desain serupa Mercedes-Benz GLB dilepas di pasaran dengan harga permulaan Rp 475 juta untuk tipe Pro dan mencapai Rp 515 juta untuk versi Max.

Keunggulan Geely EX5 banyak, salah satunya adalah motor listrik bertenaga 160 kW atau 214 dk dan bertorsi 320 Nm.

Di samping mesin elektrik, Geely EX5 pun telah dilengkapi dengan baterai Lithium Iron Phosphate yang memiliki kapasitas 60,22 kWh.

Menurut klaim Geely, baterai ini mampu memberikan EX5 Max jarak tempuh sejauh 490 kilometer sesuai New European Driving Cycle (NEDC).

Belum lagi dengan pengecasan 100 kW, Geely mengklaim 30% sampai 80% dalam waktu 20 menit saja.

Kebetulan ketika kami mengetes, ada momen Geely EX5 dipakai hingga state of charge 23% dan jarak tersisa 99 kilometer saja.

Tidak salah dong bila kami menyambangi Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) Bandara Halim Perdanakusuma yang memiliki mesin 200 kW.

Setelah menunggu dua BYD M6 dan satu AION ES mengisi daya, giliran kami mengecas EX5 bersama MINI Countryman SE.

Mendapatkan daya mentok 100 kW, EX5 sempat 'nyangkut' di daya 73,8 kW sampai MINI selesai pengisian.

Setelah itu, daya EX5 sempat berpacu hingga 105 kW pada state of charge 68% sebelum turun ke 87,3 kW.

Dengan keadaan baterai pada 83%, proses pengisian yang mencapai 40 kWh pun berakhir dan dicatatkan dalam durasi penuchargean selama 31 menit 2 detik.

Copyright Amoeblog2025

Related Article