This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label scandals. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label scandals. Tampilkan semua postingan

Senin, 21 April 2025

Kades di Bogor minta THR Rp 165 Juta, Dedi Mulyadi: Waktunya Hukum pada Preman yang Mengintimidasi

Amoeblog Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menganggap bahwa langkah keras diperlukan terkait dengan permintaan Kepala Desa Klapanunggal dari Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, untuk menerima tunjangan hari raya sebesar Rp 165 juta dari sebuah perusahaan.

"Sama seperti perlakuannya yang mirip dengan para preman di Bekasi, kepolisian seharusnya turun tangan. Bukankah preman-preman di Bekasi telah ditahan? Mengapa kepala desa tidak mengikuti hal serupa? Apalagi jika ia mengetahui adanya instruksi tersebut dan berperilaku sebagai pelaku yang pantas mendapat grasi. Tindakan ini termasuk pelanggaran hukum sehingga tak cukup hanya diberi pembinaan; dibutuhkan langkah tegas," ungkap Dedi saat berkunjung ke Bandung pada hari Minggu, 30 Maret 2025, sesuai kutipan tersebut. Antara .

Dedi mengatakan bahwa perbuatan Kepala Desa Klapanunggal harus ditangani lebih serius daripada sekadar meminta maaf.

Menurut dia, perlu adanya tindakan hukum untuk mencegah hal seperti itu berulang dan memberi dampak penegakan hukum yang kuat.

"Secara otoritas dan wewenang, surat keputusan kepala desa tersebut dikeluarkan oleh bupati, sehingga bupati memiliki tanggung jawab dalam hal pembinaan kepala desa. Namun, jika dari segi aspek kepala desa mengabaikan perintah gubernur, ini merupakan kesalahan yang tak dapat dimaafkan," ujarnya.

Viral Surat Permintaan THR

Sebelumnya, sebuah surat bertandatangan kepala desa dari Desa Klapanunggal, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, menjadi perbincangan hangat di media sosial.

Dalam surat itu, Kepala Desa Klapanunggal, Ade Endang Saripudin, diduga meminta THR beserta berbagai keperluan lain dengan total Rp 165 juta kepada perusahaan di wilayahnya.

Pada surat yang ditulis tanggal 12 Maret 2025, Ade meminta izin untuk menerima Tunjangan Hari Raya ke pihak manajemen perusahaan karena akan merayakan Idul Fitri 1446 Hijriah.

Kami sangat mengharapkan partisipasi bapak/ibu pemimpin perusahaan guna mendukung program penyediaan fasilitas bagi peralatan dan staf desa di Klapanunggal, Tuliskan nama Ade di dalam surat itu.

Selain surat permintaan THR, beredar pula undangan acara halalbihalal yang akan diselenggarakan di Kantor Desa Klapanunggal pada Jumat (21/3/2025).

Ade tercatat sebagai ketua pelaksana acara tersebut.

Setelah pesan itu menyebar luas secara online, Ade Endang Saripudin mengungkapkan permohonan maafnya lewat halaman resmi Pemkab Bogor.

Ia berdalih surat tersebut hanya bersifat imbauan dan meminta para pengusaha untuk mengabaikannya.

"Saya mengaku salah dan memohon maaf kepada para pihak yang merasa kurang berkenan," ujar Ade dalam video yang dibagikan pada Sabtu (29/3/2025).

Ia juga berjanji untuk menarik kembali surat yang telah beredar luas di masyarakat.

Senin, 14 April 2025

Kim Soo Hyun Tolak Bukti WhatsApp Keluarga Kim Sae Ron, Curiga Adanya Penyel biasan

Amoeblog , Jakarta - Aktor Kim Soo Hyun mengemukakan argumen mengenai bukti tambahan yang diluncurkan oleh pihak keluarga Kim Sae Ron serta kanal YouTube Garosero Research Institute (HoverLab) sehubungan dengan tuduhan tersebut. child grooming. Berdasarkan siaran langsung MBC News, Dalam sebuah konferesi pers yang diselenggarakan di Stanford Hotel, Seoul, pada hari Senin, tanggal 31 Maret 2025, dia menyatakan tegas bahwa bukti dari pesan KakaoTalk yang dipaparkan oleh keluarga Kim Sae-Ron sudah direkayasa.

"Bila benar aku bersalah, maka kucurangi tanggung jawabku dengan penuh. Akan tetapi, aku tak dapat menerima tuduhan atas tindakan yang tidak kulakukan," jelas Kim Soo Hyun, demikian dikutip melalui terjemahan. Koreaboo Dia menggarisbawahi sejumlah ketidaksesuaian pada bukti yang dipresentasikan oleh keluarga tersebut. "Perekaman serta keterangannya menyatakan bahwa bukti-bukti itu baru diciptakan sesudah polemik ini muncul," katanya.

Tolak Ukuran dan Penghujatan Terhadap Sebagian Bukti

Kim Soo Hyun mengklaim bahwa pernyataan-pernyatan yang dikeluarkan oleh keluarganya itu valid. Kim Sae Ron Mengandung berbagai kesalahan fakta. Dia mengatakan bahwa gambar yang dituduhkan sebagai hasil tahun 2016 sesungguhnya dipotret pada 2019, dan dia yakin orang yang sudah meninggal itu secara jelas memahami perbedaan umur antara keduanya.

Ia juga menyoroti kejanggalan lain dalam bukti yang ditampilkan keluarga Kim Sae Ron. "Mereka menyebut nama dan periode kontrak agensi dengan keliru—padahal mendiang menghabiskan empat tahun di sana. Selain itu, mendiang tidak pernah terlibat dalam casting "Atau petunjuk dari agensi saya," ujar Kim Soo Hyun.

Dia menganggap tuduhan terhadap dirinya menjadi semakin tidak terkendali setelah keluarga Kim Sae-Ron mempublikasikan percakapan WhatsApp yang diklaim berlangsung tahun 2016. Pesan-pesan itu dipergunakan sebagai alat bukti untuk menjatuhkan reputasinya sebagain dalang dalam kasus ini. grooming anak di bawah umur. “Di YouTube, mereka memakai pesan ini untuk membingkai saya sebagai pedofil, seorang perayu anak di bawah umur,” ujarnya.

Bukti Forensik dan Manipulasi Pesan

Aktor kelahiran 1988 itu mengklaim telah menyerahkan pesan-pesan tersebut ke lembaga forensik untuk dianalisis. Hasilnya, ia menyebutkan, membuktikan adanya manipulasi dalam bukti yang ditampilkan ke publik. "Orang yang berbicara dengan mendiang dalam pesan 2016 bukanlah orang yang sama dengan yang ada dalam pesan 2018," ujarnya. Untuk membuktikan klaim ini, ia menyerahkan semua percakapan relevan, termasuk pesan dari 2016 dan 2018 yang dirilis keluarga, serta percakapannya dengan rekan-rekan baru-baru ini.

Akhirnya, institusi forensik mengungkapkan bahwa orang di balik pesan tahun 2016 tersebut bukanlah dirinya. Dia menjelaskan bahwa pernyataan itu merupakan aspek tersakit dari keseluruhan perseteruan. Kim Soo Hyun juga mengkritisi keluarga Kim Sae Ron karena secara berkelanjutan menerbitkan bukti tambahan ketika mereka dibantahkan. “Mereka mensketsa ulang waktu kejadian, melepaskan sebagian percakapan yang sudah dimodifikasi, serta senantiasa membuat cerita baru,” imbuhnya.

Kim Soo Hyun menegaskan bahwa ia akan melanjutkan upaya pembuktian kebenaran. Ia juga menantang keluarga Kim Sae Ron untuk menyerahkan semua bukti ke pihak berwenang. “Jika tuduhan mereka benar, buktikan di jalur hukum,” ungkapnya.

Bukti yang Dirilis Keluarga Kim Sae Ron

Sebelumnya, dalam konferensi pers di Seoul pada tanggal 27 Maret 2025, pihak keluarga Kim Sa Eon--yang mewakili oleh pengacara-nya, Bu Jin Sek dari perusahaan hukum Buyou--menyatakan adanya obrolan romantis melalui aplikasi KakaoTalk yang menurut mereka berlangsung antara Kim Su-hyun dan Kim Sa-eon tahun 2016, ketika Kim Sa-eon belum mencapai usia dewasa.

"Bila Kim Soo Hyun tetap membantah bahwa dia berpacaran dengan Kim Sae Ron ketika belum mencapai usia dewasa, lalu pertanyaanku adalah: jenis hubungan apakah yang sesungguhnya mereka punyai?" ungkap Bu Jin Seok pada jumpa pers tersebut, seperti dilansir Korea JoongAng Daily .

Pada rapat tersebut, Kim Se.Ui, yang merupakan pengelola saluran YouTube Garosero Research Institute (HoverLab) pun turut hadir. Mereka menegaskan bahwa mereka akan berhenti untuk meneruskan pengungkapan bukti tambahan apabila Kim Soo Hyun bersedia mengucapkan permohonan maaf. Berdasarkan tampilan layar yang dirilis, diketahui bahwasanya Kim Soo Hyun dituduh telah mengirim pesan semacam itu. “Aku merindukanmu" dan Saya berharap bisa terlelap sambil dipeluk oleh Anda.

Pada obrolan yang terjadi pada tanggal 26 Juni 2016, Kim Sae Ron menyampaikan tulisan berikut, “Kamu tidak pernah bangun." Kim Soo Hyun membalas, Betul, aku takakan menyadari meski kamu menciumku, lalu menambahkan, Kapan aku dapat terlelap di dekapmu? Pastinya aku akan tidur dengan pulas. Kim Sae Ron menjawab, Saya akan melakukan itu sesuai keinginan saya sendiri.

Menurut Bu Jin Seok, pesan tersebut menunjukkan ada hubungan yang melebihi persahabatan. "Apabila Kim Soo Hyun tetap menyatakan bahwa dia bukanlah pasangan kencannya yang masih di bawah umur, lantas apa sebenarnya yang dilakukannya?" grooming "Apakah kita perlu mengambil tindakan tambahan?" katanya.

MBC BERITA | KOREABOO | HARIAN JOONGANG KORIA