This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label events and festivals. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label events and festivals. Tampilkan semua postingan

Rabu, 30 April 2025

Tampil Elegan di Lebaran dengan Gamis Khaki Ala Ayu Ting Ting

Amoeblog Penyanyi dangdut Ayu Ting Ting juga menyambut Idulfitri pada tahun 2025 dengan memakai pakaian bernuansa coklat kehijauan.

Di balik balutan mukena putih, Ayu mengenakan gamis berwarna khaki dengan tambahan desain rangkaian bunga, dan detail emas di bagian pergelangan tangan.

Pakaian tersebut disertai dengan syal cokelat muda yang menghias wajahnya. Pilihan ini makeup , Ayu memutuskan untuk menggunakan blusher serta lipstik dengan nuansa merah jambu.

Warnanya sangat bertolak belakang dengan kulit Ayu, menjadikannya tampak semakin glowing. Di sisi lain, polesan kukunya memiliki nuansa merah menyala.

Ayu Fashion kian komplet dengan tambahan pernak-pernik seperti anting emas, cincin perak, serta gelang.

Untuk sepatunya, Ayu terlihat memakai sandal jepit berwarna cokelat.

Anggota keluarga lainnya yang tak kalah pentingnya stylish merupakan bapak dari Ayu, yaitu Abdul Rozak yang juga dikenal sebagai ayah Ojak.

Bapak Ojak memakai koko berwarna cokelat terang. Pakaiannya disempurnakan dengan sarung berwarna khitani yang bertema ketupat dan memiliki corak multicolor. Terdapat hiasan emas di sekitar tombaka bajunya.

Pada saat bersamaan, Nanda Fachrizal, suami saudara ipar Ayu, terlihat modis berkat motif kain saroeng-nya yang sejalan dengan warna rambut hijanya.

Selasa, 22 April 2025

Libur Idul Fitri & Peringatan Wafat Yesus: Ketahui Tanggal Merah dan Cuti Bersama di Bulan April 2025

Amoeblog.CO.ID -
Jakarta. Terdapat beberapa hari libur nasional dan masa cuti bersama di seputar peringatan Hari Raya Idul Fitri pada bulan April tahun 2025 mendatang. Berikut adalah daftar lengkapnya:
1. Tanggal Merah:
- Sabtu, 4 April 2025
- Cuti Bersama:
- Senin-Jumat, 7-11 April 2025

Menurut informasi yang diambil dari situs web Kementerian Agama (Kemenag), pemerintah telah mengumumkan bahwa 1 Syawal 1446H atau tanggal 31 Maret 2025 akan jatuh pada hari Senin. Libur untuk peringatan Hari Raya Idul Fitri ini bertahan selama dua hari.

Di samping itu, terdapat pula libur bersama untuk Hari Raya Idul Fitri.

Krusial Saat Liburan Pulang Kampung! Simak Cara Menarik Uang Tanpa Memasukkan Kartu di ATM BCA-BRI-Mandiri

Untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri, pemerintah mengumumkan adanya tanggal merah serta cuti bersama. Seperti dilansir dari Tribunnews.com, deretan tanggal merah dan cuti bersama pada tahun 2025 sudah diatur melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri dengan nomor SKB 1017 Tahun 2024 dan Nomor 2 Tahun 2024.

Surat itu menyebutkan adanya 27 hari liburan secara keseluruhan pada tahun 2025, dengan rincian 17 hari adalah libur nasional dan sisanya 10 hari merupakan cuti bersama.

Satu di antaranya adalah kalender Lebaran Idul Fitri yang terjadi pada Bulan April tahun 2024.

Selanjutnya, terdapat hari libur resmi untuk memperingati Perjamuan Terakhir Yesus Kristus.

Tonton: Gojek Mulai Salurkan BHR untuk Mitra Driver, Segini Besarannya

Berikut adalah daftar selengkapnya mengenai hari libur nasional pada tahun 2025:

Tanggal merah Januari 2025

  • 1 Januari (Rabu) Tahun Baru 2025 Masehi
  • 27 Januari (Senin) Isra Mikraj Nabi Muhammad saw
  • 29 Januari (Rabu) Tahun Baru Imlek 2576 Kongzili

Tanggal merah Februari 2025

-

Tanggal merah Maret 2025

  • 29 Maret (Sabtu) Hari Suci Nyepi (Tahun Baru Saka 1947)
  • 31 Maret Idulfitri 1446 Hijriah

Tanggal merah April 2025

  • 1 April merupakan hari pertama bulan Syawal tahun 1446 Hijriah yang diperingati sebagai Hari Raya Idul Fitri
  • 18 April (Jumat) Wafat Yesus Kristus
  • 20 April (Minggu) Kebangkitan Yesus Kristus (Paskah)

Tanggal merah Mei 2025

  • 1 Mei (Kamis) Hari Buruh Internasional
  • 12 Mei (Senin) Hari Raya Waisak 2569 BE
  • 29 Mei (Kamis) Kenaikan Yesus Kristus

Tanggal merah Juni 2025

  • 1 Juni (Minggu) Hari Lahir Pancasila
  • 6 Juni (Jumat) Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah
  • 27 Juni (Jumat) 1 Muharram Tahun Baru Islam 1447 Hijriyah

Tanggal merah Juli 2025

-

Tanggal merah Agustus 2025

  • 17 Agustus (Ahad) Proklamasi Kemerdekaan

Tanggal merah September 2025

  • 5 September (Jumat) peringatan Maulid Nabi Muhammad saw

Tanggal merah Oktober 2025

-

Tanggal merah November 2025

-

Tanggal merah Desember 2025

  • 25 Desember (Kamis) Ulang Tahun Kelahiran Yesus Kristus

Tonton: Analisis Sarankan Pembelian, Harga Saham Ini Sekarang Di Angka 300-an, Dahulunya Pernah Mencapai 2000-an

Berikut adalah rincian penuh dari hari libur nasional tahun 2025


Berikut adalah daftar lengkap dari tanggal libur nasional tahun 2025:
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
Mohon dicatat bahwa detail spesifik untuk setiap tanggal masih perlu dikonfirmasi dan akan diupdate sesuai pengumuman resmi nanti.

  • 28 Januari (Selasa) adalah perayaan Tahun Baru Imlek untuk tahun 2576 Kongzili
  • 28 Maret (Jumat) Hari Suci Nyepi (Tahun Baru Saka 1947)
  • 2, 3, 4, dan 7 April (Rabu, Kamis, Jumat, dan Senin) Idulfitri 1446 Hijriah
  • 13 Mei (Selasa) Hari Raya Waisak 2569 BE
  • 30 Mei (Jumat) Kenaikan Yesus Kristus
  • 9 Juni  (Senin) Idul Adha 1446 Hijriah
  • 26 Desember (Jumat) Ulang Tahun Kelahiran Yesus Kristus

Promo dari Pertamina, Harga Seri Pertamax Kini Lebih Terjangkau, Bandingkan dengan Shell-BP-VIVO

Jumat, 18 April 2025

7 Tradisi Khas Lebaran yang Menggugah Serentak di Nusantara

Amoeblog– Keunikan budaya di tanah air ini merata tersebar mulai dari Sabang sampai Merauke.

Setiap wilayah memiliki warisan budaya tersendiri yang dilestarikan sejak dulu kala.

Pada tiap pojok negri ini, terdapat pesta yang tak hanya menjadi ritual formal, melainkan juga refleksi dari nilai-nilai, sejarah, serta jati diri penduduknya.

Tiap wilayah punya metode uniknya sendiri untuk menyambut hari Lebaran. Mulai dari adat istiadat masak sampai upacara tertentu, pesta Idul Fitri di tanah air kita ini menunjukkan betapa nilai-nilai umum bisa ditampilkan lewat keragaman kebijaksanaan setempat.

Berikut adalah tujuh adat istimewa saat Idul Fitri yang menghidupkan warisan budaya di kepulauname, membuktikan bahwa tiap wilayah punya metode sendiri untuk menyambut atmosfir sukacita dan kemenangan tersebut.

1. Meugang – Aceh

Meugang merupakan suatu adat istiadat di kalangan masyarakat Aceh yang sudah ada semenjak era Kesultanan Aceh Darussalam di abad ke-14 Masehi.

Seiring dengan mendekatnya bulan Ramadhan, Hari Raya Idul Fitri, serta hari raya Idul Adha, warga berdatangan ke pasar guna membeli daging sapi, kambing, ataupun ayam. Setelah dibeli, daging-daging tersebut akan diolah dan disantap bersama-sama dengan anggota keluarga mereka.

Apabila sehari-hari masyarakat Aceh biasanya menikmati ikan dari sungai atau laut, saat perayaan Meugang, hidangan spesial yang dipandang pantas disajikan adalah daging sapi atau kerbau.

Pada masa kesultanan, Meugang dirayakan di istana dengan kehadiran sultan, ulama, dan pejabat kesultanan. Sultan bahkan memerintahkan pembagian daging, pakaian, dan beras kepada fakir miskin sebagai bentuk kepedulian.

Hingga kini, Meugang tetap menjadi momen Istimewa. Bukan hanya sebagai perayaan dalam keluarga, tetapi juga ajang berbagi dengan tetangga dan kaum dhuafa agar semua lapisan masyarakat dapat merasakan kebahagiaan menyambut hari raya.

2. Ronjok Sayak – Bengkulu

Secara keseluruhan, istilah "Sayak" biasanya mengacu pada kulit kelapa. Oleh karena itu, Ronjok Sayak merupakan sebuah praktik di mana kulit kelapa kering ditumpuk sampai mencapai tinggi sekitar satu meter dan kemudian dibakar.

Ritual ini diyakini telah dilakukan oleh masyarakat Bengkulu selama berabad-abad sebagai bagian dari perayaan Lebaran.

Masyarakat setempat meyakini bahwa api berperan sebagai perantara antara manusia dan leluhur.

Maka, tradisi Ronjok Sayak dilaksanakan dengan penuh khusyuk, didampingi oleh bacaan doa selama proses pembarungan. Umumnya, upacara ini terjadi pada malam tanggal 1 Syawal usai sholat Isya bagi jemaah Muslim.

3. Grebeg Syawal – Yogyakarta

Grebeg Syawal adalah suatu warisan istimewa dari Kraton Yogyakarta yang dirayakan pada tanggal 1 Syawal atau tepatnya hari Idul Fitri. Tradisi ini sudah ada sejak zaman kekhalifahan abad ke-16 dan bertujuan untuk mengekspresikan ucapan terima kasih atas penyelesaian puasa selama bulan Ramadhan.

Karakteristik dari Grebeg Syawal ada di paradaiaran gunungan, yakni pemberian dalam bentuk tumpukan produk pertanian yang mencerminkan kekayaan dan kelimpahan.

Ada tujuh macam gunungan yang dipersiapkan, terdiri dari tiga gunungan untuk lanang atau kakung, satu gunungan untuk wadon atau estri, dan juga masing-masing satu gunungan darat, gepak, serta pawuhan.

Sebelum hari pelaksanaannya, beberapa persiapan dijalankan, seperti Gladhiresik Prajurit dan Numplak Wajik, yang merupakan serangkaian ritual untuk memperingati pembentukan gunungen padi tersebut.

Pada hari tersebut, gunungan ditransportasi oleh para abdi dalem, dengan pengawalan pasukan Bregodo, bergerak dari Alun-Alun Utara Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat ke arah Masjid Gedhe Kauman, Pura Pakualaman, serta kantor Kepatihan.

Setelah diupacarai, gunungan kemudian menjadi incaran warga yang percaya bahwa memiliki sebagian dari gunungan memberikan berkat dan nasib baik.

Setelah pengakhiran pembagian gunungan, prosesionis Grebeg Syawal juga usai, yang mengartikan akhir dari perayaan keberhasilan pasca satu bulan bertemu puasa.

4. Pertarungan Topat – Lombok, Nusa Tenggara Barat

Perayaan Perang Topat, yang juga disebut "pesta ketupat," adalah sebuah tradisi tahunan yang menggambarkan harmoni antara komunitas Hindu dan Muslim di Lombok. Acara dimulai dengan melaksanakan sholat bersama lalu dilanjutkan dengan berziarah ke pemakaman leluhur untuk menyatakan rasa hormat mereka.

Selanjutnya, warga berpartisipasi dalam ritual lempar-lemparan ketupat di tengah-tengah atmosfer yang dipenuhi rasa gembira.

Ketupat yang ditempatkan dalam upacara tersebut dianggap membawa berkat serta menggambarkan doa untuk kelimpahan dan kesejahteraan.

Ritual Perang Topat diawali dengan pawai sesajen yang terdiri atas hidangan, buah-buahan, dan produk pertanian yang diserahkan selama perayaan agama tersebut.

Kepercayaan tradisional ini dipengaruhi utamanya oleh komunitas Sasak serta disertai beberapa pemuka agama Hindu yang hadir di Lombok.

Setelah rangkaian pertunjukan usai, acara melanjutkan pada bagian utama peringatan yaitu Pertempuran Topat, yang diadakan ketika kelopak bunga waru mulai jatuh, dikenal juga sebagai rorok kembang waru oleh masyarakat Sasak, sekitar jam 5:30 sore.

Tradisi ini telah diturunkan dari generasi ke generasi dan dimulai usai berakhirnya pendudukan Bali oleh Lombok di masa lalu. Ratusan orang dari komunitas Sasak serta pemeluk agama Hindu berkumpul di Pura Lingsar, memakai pakaian tradisional khas Sasak dan Bali.

5. Tarian Topeng dari Muaro Jambi – Jambi

Di desa Muaro Jambi yang terletak di provinsi Jambi, merayakan Hari Raya Idul Fitri bukan sekadar acara untuk bersilaturohm dan memperingati hari suci, namun juga menghadirkan hiburan tradisional dengan tarian unik yaitu Tari Topeng Labu.

Tradisi turun-temurun ini menghadirkan para penari yang mengenakan topeng unik berbahan labu manis tua berkulit keras.

Topeng itu didekorasi dengan cat beraneka ragam warna dan dilengkapi dengan bulu_ijuk di puncaknya untuk melambangkan rambut, menghasilkan ciri khas yang unik dan mempesona.

Tarian Topeng Labu tidak hanya merupakan hiburan, melainkan juga memiliki latar belakang historis yang dipercaya telah ada selama beberapa abad.

Menurut legenda yang tersebar di kalangan penduduk Muaro Jambi, asal-usul adat ini bermula dari sebuah kisah tentang seseorang yang mengidap penyakit kurap dan kemudian dikesampingkan ke dalam hutan dikarenakan dianggap membawa nasib buruk.

Saat Idulfitri datang, dia berharap untuk bertemu lagi dengan komunitasnya, namun ia sadar situasi saat itu tak mendukung.

Agar menyembunyikan kondisi dirinya, dia menciptakan masker dari labu, menghiasnya mirip dengan muka manusia, lalu memasang bulu sederhana untuk menjadi rambut.

Menggunakan topeng serta busana sederhana, dia pulang ke desa sambil memikul wadah di punggungnya dan melompat-lompat.

Ciri khas tampilannya malah mendapat perhatian penduduk setempat, terlebih lagi anak-anak yang merasa senang dengan tingkah lakuanya yang gesit.

Warga menyambut kedatangannya dengan sukacita, menghadiahkan makanan, minuman, dan pakaian.

Sejak saat itu, cerita tersebut tetap hidup dan disampaikan melalui Tarian Topeng Labu, yang dipentaskan pada tiap peringatan Idulfitri untuk menggambarkan makna penerimaan, keragaman, serta kecerian.

6. Menyembah Belali - Kepulauan Riau

Nyembah Belari adalah salah satu bagian dari perayaan Idul Fitri yang diikuti oleh para siswa Sekolah Dasar (SD) di Pulau Tambelan, Kecamatan Bintan, Kepulauan Riau.

Nyembah Belari merupakan budaya silaturahmi unik pada hari Lebaran di mana orang-orang akan lari atau jalan cepat dari sebuah rumah ke rumah lainnya.

Acara ini dijalankan bersama-sama dengan membawa tas kecil guna menampung hiasan-hiasan kecil atau uang yang diserahkan oleh penghuni rumah.

Akan tetapi, beda dengan biasanya ketika melakukan kunjungan rumah, para anak yang ikut serta dalam acara Nyembah Belari ini tidak memasuki bagian dalam rumah. Mereka cuma duduk-duduk di teras saja agar tuan rumah tak perlu cemas tentang kerapuhan atau keterserakan barang-barang mereka.

Biasanya, Nyembah Belari dilaksanakan setelah shalat Idul Fitri. Sesudah melaksanakan ibadah tersebut, anak-anak segera mengawali kebiasaan itu dengan antusiasme yang tinggi, memberi warna ceria pada nuansa hari raya di Tambelan.

7. Festival Meriam Karbit

Tiap kali memasuki malam takbiran mendekati perayaan Idul Fitri, Pontianak, Kalimantan Barat memiliki suatu acara unik bernama Festival Meriam Karbit. Acara yang terjadi dalam waktu tiga hari tersebut dilangsungkan di tepi Sungai Kapuas, menggambarkan semangat kepahlawanan serta persaudaraan warga setempat.

Di luar menjadi bentuk hiburan, kebiasaan ini pun menyimpan nilai sejarah terkait pendirian Kota Pontianak.

Tradisi ini dipercaya bermula pada abad ke-18, saat Syarif Abdurrahman Alkadrie, seorang bangsawan Arab, datang ke Pontianak guna menyebarluaskan agama Islam.

Ketika mencapai daratan di pinggiran Sungai Kapuas, dia melepaskan tembakan dari meriamnya menuju beting (pulau kecil di sungai) untuk mengonfirmasi bahwa tak ada penduduk. Kemudian, dia mendirikan Masjid Jami' serta Kesultanan Kadriah, keduanya merupakan asal-usul Kota Pontianak.

Varian lain mendeskripsikan bahwa penembakan dengan meriam dimaksudkan untuk menyingkirkan roh jin atau terutama kuntilanak, yang dipercaya menggangu selama proses pembersihan hutan menjadi area pertanian di Pontianak. Kata "Pontianak" ini diperkirakan datang dari perkataan 'bunting' dan 'anak', berhubungan erat dengan cerita rakyat tentang kuntilanak.

Awalnya, meriam hanya dibuat dari bambu, tetapi seiring perkembangan zaman, masyarakat mulai menggunakan pohon pinang, kelapa, atau gelondongan kayu meranti dan mabang dengan berat mencapai 500 kilogram.

Proses pembuatannya dimulai dengan mengosongkan bagian tengah kayu, melapisinya dengan pelumas agar kedap air, lalu merendamnya di Sungai Kapuas selama beberapa malam untuk menghilangkan rayap.

Setelah itu, kayu diikat kuat dengan rotan, kemudian dicat warna-warni atau dibungkus kain bermotif agar lebih menarik.

Tradisi ini bukan sekadar hiburan tetapi juga sarana melestarikan sejarah dan memperkuat identitas budaya Pontianak, sekaligus menjadi daya tarik wisata setiap akhir Ramadhan.

Jumat, 11 April 2025

Bagaimana Negara-negara Muslim Sambut Idul Fitri dengan Spesial?

IDUL Fitri diperayaan oleh masyarakat Muslim di seluruh dunia guna mengenali penutupannya Ramadan Bulan puasa dalam agama Islam. Acara ini adalah salah satu dari dua hari libur utama yang diperingati oleh masyarakat Muslim, dengan perayaan Idul Adha (hari raya haji) pada penutup kalender mereka.

Hari ini merupakan perayaan yang dipenuhi kegembiraan dan sudah lama ditunggu-tunggu setelah melaksanakan ibadah puasa selama empat pekan mulai pagi hingga senja (dalam bahasa Arab Idul Fitri bermakna 'hari kemenangan berbuka'). Banyak negara memiliki cara unik tersendiri untuk menyambut acara istimewa ini. Beberapa contohnya seperti dibawah ini:

Iran

Di ibu kota Iran, Teheran, orang-orang berkumpul di Masjid Agung Imam Khomeini untuk melaksanakan shalat Idul Fitri. Pemimpin Besar Revolusi Islam Ayatollah Seyyed Ali Khamenei memimpin salat, Press TV melaporkan.

Genderang Naqareh dipukulkan di kompleks suci Imam Reza (AS), Imam Syiah kedelapan, di kota Mashhad di utara Timur Laut Iran, pada Minggu malam, 30 Maret 2025. Jemaah yang sudah menjalani puasa satu bulan penuh turut serta dalam salat Idul Fitri di seluruh negara pada hari Senin dinihari ketika upacara perayaan itu dilangsungkan, menyimbolkan penyelesaian dari Bulan Suci Ramadan—bulan terpenting dalam kalender Islam.

Pada hari Minggu, dalam suatu pernyataan, Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengirimkan salam berbuka puasa kepada pemimpin-pemimpin dan rakyat dari negeri-negera yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Ia juga mendorong terjadinya lebih banyak keterikatan dan kerjasama antar umat Muslim di seluruh dunia. Pezeshkian menyebutkan bahwa Idul Fitri merupakan bentuk nyata dari penyatuan dan pengerasan tali hubungan keagamaan serta sosial di kalangan masyarakat Muslim.

Senegal

Di negara Francophone Afrika Barat, Senegal, Islam adalah cara hidup. Hampir semua penduduknya - 97 persen - adalah Muslim.

Al Jazeera Menurut laporan, Senegal, negara yang memiliki pesisir panjang dan bertiup angin, populer karena budayanya yaitu “Teranga”. Kata ini dalam Bahasa Wolof merujuk pada sifat-sifat seperti ketulusan, kedamaian, serta sikap saling membantu. Warganya banyak yang berkata jika bertanya tentang lokasi rumah makan terdekat kepada siapa pun di jalan, Anda akan memperoleh undangan untuk makan bersama keluarga lokal.

Selama Ramadan, fotografer Hawo Kane, 34 tahun, mengatakan bahwa kota menjadi lebih lambat, dan budaya Teraanga dan berderma semakin meningkat. Kane yang tumbuh

Kane yang dibesarkan di Prancis dan Mauritania, mendokumentasikan komunitas di ibu kota, Dakar, dan kota-kota lainnya. Foto-fotonya tentang Ramadan dan Idul Fitri menunjukkan sebuah komunitas yang tidak ada seorang pun yang tertinggal. "Tidak ada yang akan kelaparan di sini karena setiap orang memiliki sesuatu untuk dibagikan," kata Kane.

Malaysia

Ketika umat Muslim Malaysia mulai merayakan Idul Fitri setelah sebulan berpuasa, suara meriam bergema di sawah-sawah di sebuah desa di bagian utara, dalam sebuah tradisi yang telah berlangsung selama puluhan tahun yang menandai dimulainya perayaan tersebut.

Warga Kampung Talang, yang berjarak 250 kilometer ke arah utara Kuala Lumpur, telah memulai tradisi melepaskan meriam sejak tahun 1937. Meriam tersebut dikenal dengan nama 'meriam talang' dalam bahasa Melayu. Menurut Amar Ezhan, salah satu penduduk setempat berumur 37 tahun, perayaan Idul Fitri dirasanya belum sempurna jika tak ada bunyi meriam tersebut dan tanpa hal itu, desa mereka terkesan kosong.

Amar mengatakan kepada Reuters bahwa warisan budaya ini bermula lantaran meriam digunakan untuk mengintimidasi satwa liar yang berada di hutan sekitar dan menjaga keselamatan warga desa ketika mereka menyambut hari raya Idul Fitri.

Dahulu terbuat dari tanah dan bambu, meriam-meriam tersebut kini dibuat dari baja, kata Amar, seraya menambahkan bahwa penduduk desa menggunakan hingga 2 metrik ton kobalt untuk menembakkan lebih dari 80 meriam setiap tahunnya.

Amar menyebutkan bahwa seluruh pemuda di kampungnya sependapat dan berkolaborasi dalam melestarikan adat istiadat penembakan meriam itu. Dia menjelaskan, "Karena ini merupakan suatu hal yang jarang terjadi, maka rasa gembira saat menembakkan meriam sungguh luar biasa."

Maroko

Setelah salat Id , kelompok keluarga bertemu untuk makan pagi bersama pada hari pertama setelah 29 sampai 30 hari menjalani puasa dari subuh hingga senja tiap harinya. Morocco World News Melaporkan ini. Di Maroko, meja untuk makan malam ataupun sarapan umumnya dipenuhi dengan aneka hidangan yang enak baik itu asin maupun manis, termasuk camilan kering serta kudapan buatan dari bahan seperti kacang atau almond.

Warga Maroko juga menghidangkan masakan spesial, misalnya roti tipis berbutter yang umumnya dinikmati bersama madu (lessl), keju, serta kadang-kadang amlou, yaitu pasta dari kacang atau almond. Baghrir, yang sering dipandang sebagai pancake Maroco, menjadi pilihan favorit bagi penduduk lokal saat perayaan Idul Fitri. Acara makan malam tak akan sempurna tanpa cangkir teh peppermint uapannya, bisa juga dicampur dengan sheeba, atau jahe untuk rasa ekstra.

Di samping perayaan sarapan, Idul Fitri juga terasa spesial di Maroko berkat atmosfernya yang hangat pada pagi hari. Jalan-jalan dipadati dengan salam-salam lebaran seperti "Mbrook l'Eid" atau "Mbrook A'awashrkom", hanyalah sebagian kecil dari ragam cara masyarakat mengekspresikan saling sapa dan ucapannya saat Lebaran.

Pada Hari Idul Fitri, anak-anak mengenakan baju barunya sambil berjalan-jalan di awal hari di hadapan rumah mereka guna menunjukkan penampilan terbaru mereka, atau bisa juga sedang bangga dengan hasil "Eidi"-nya yaitu sejumlah uang tunai yang diterima dari kerabat saat perayaan tersebut.

Sama seperti pria, warga negara Maroko baik laki-laki maupun perempuan sering mempercantik diri menggunakan gandora atau djellaba terbaru saat menyambut hari raya Idul Fitri. Namun, para wanitalah yang biasanya menambahkan gaun kebaya cantik berupa kaftan dan takshi agar tampil lebih istimewa dalam momen tersebut.

Qatar

Souq Waqif, pasar tradisional terkenal di Doha yang telah eksis selama lebih dari satu abad, kini menjadi tempat ramai dimana pedagang menampilkan aneka hidangan, bumbu-bumbu, serta pakaian khusus perayaan Idul Fitri.

Mal-mal modern seperti Villaggio dan Doha Festival City menyaksikan arus pengunjung yang padat sebab banyak keluarga berburu pakaian serta hadiah baru. Untuk merespon kebutuhan umat Muslim selama Idul Fitri, Kementerian Wakaf dan Urusan Agama sudah menyiapkan 690 masjid dan area terbuka untuk sholat bersama, di antaranya adalah Stadion Education City dan Al Wakra Sports Club.

Keluarga tradisional di Qatar menyajikan makanan berlimpah seperti harees (sup daging dan gandum yang dimasak lama), thareed (kue basah dicelupkan ke dalam sup lezat), serta balaleet (mi manis bercampur kunyit dan kapulaga).

Pada saat yang sama, gerai-gerai kue menginformasikan tentang lonjakan permintaan untuk hidangan manis musiman semacam luqaimat (kraker renyah berlapis saus kurma) serta kunafa (kue keju berciri madu). Praktek dhabiha tradisional —yang merupakan ritual pengorbanan binatang sesuai aturan Islam— bakal ditampilkan di atas meja makan siang keluarga-keluarga di Qatar.

Adat istiadat yang ditunggu-tunggu pada acara perayaan kali ini adalah memberi Eidiyah, yaitu sejumlah uang yang dibagikan oleh orang tua kepada anak-anak sebagai tanda berkah dan kegembiraan. Acara umum sudah dilaksanakan di seluruh negara tersebut. Pelabuhan Kota Tua Doha bakal menyelenggarakan sebuah festival sembilan hari yang mempertunjukkan grup musik laut lokal serta mengadakan aktivitas untuk keluarga di Kawasan Mina.

Tambahan hiburannya meliputi kembang api yang diselenggarakan di Desa Budaya Katara serta pementasan seni sepanjang Corniche. Sumbangan sosial masih menjadi fokus acaranya, dengan warga terlibat dalam kegiatan pembagian sembako. zakat fitrah , sumbangan wajib untuk kegiatan filantropi yang diserahkan sebelum sholat Idul Fitri.

Di berbagai tempat di Qatar, organisasi-organisasi sedang menyusun paket makanan, pakaian, serta dukungan finansial bagi keluarga kurang mampu. Acara ini bakal mencakup kumpulnya keluarga secara tradisional guna menjalin hubungan persaudaraan, sementara itu hunian-hunian nanti akan hias dengan lampu fairies, corak bulan sabit, dan juga lanterns.

Pasar-pasar lokal menghidangkan penawaran istimewa bagi produk terkait Lebaran, mencakup makanan tradisional dan pernak-pernik dekorasi, sesuai dengan antisipasi penduduk dalam menyambut hari raya tersebut.

Sabtu, 05 April 2025

Zulhas Sajikan "Open House", Erick Thohir dan Raffi Ahmad Ikuti Acara Ini

JAKARTA, Amoeblog – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menyelenggarakan acara pembukaan rumah terbuka di tempat tinggalnya, Cipinang, Jatinegara, Jakarta Timur, pada hari Senin (31/3/2025).

Acara itu diselenggarakan untuk memperingati hari Lebaran dan Idul Fitri. Dari awal hari, beragam kelompok masyarakat, termasuk petinggi negara maupun selebriti, telah datang ke acara ini.

Erick Thohir, Menteri BUMN, adalah salah satu undangan utama pertama yang hadir. Selama pertemuan itu, para menteri setuju untuk menghindari pembahasan tentang tugas dan tanggung jawab mereka.

"Kenapa bicara soal pekerjaan saat Lebaran? Yang terpenting adalah kumpul dengan keluarga, mendapatkan berkah, dan menjalin tali silaturahmi. Tadi kan Bapak Presiden juga mengadakan acara buka puasa terbuka di Istana Negara yang istimewa," ujar Erick Thohir di tempat itu.

Zulhas juga menegaskan tidak ada pembicaraan tentang pekerjaan. Mereka hanya menikmati makan siang bersama. “Makan bakso, kata Pak Erick baksonya kok enak,” kata Zulhas.

Di samping Erick Thohir, Bima Arya Sugiarto sebagai Wakil Menteri Dalam Negeri pun turut hadir. Selanjutnya, Sufmi Dasco Ahmad selaku Wakil Ketua DPR RI ikut serta dengan sejumlah selebritas antara lain Raffi Ahmad, Nagita Slavina, Uya Kuya, dan Sigit Purnomo yang lebih dikenal sebagai Pasha Ungu. Tim mereka sampai di tempat tujuan bersama Ketua Harian Partai Gerindra.

Dasco mengatakan bahwa pertemuan antara Presiden dengan para analis dan pemegang saham telah dijadwalkan. "Saat bertemu investor, tentu semuanya dipersiapkan terlebih dahulu," katanya. Menurutnya, pertemuan ini akan berlangsung usai perayaan Idulfitri.

Pada saat yang sama, Utusan Khusus Presiden Raffi Ahmad memilih untuk tidak berkomentar terlalu banyak. Dia menjelaskan bahwa tugasnya adalah mensosialiasikan berbagai program dari Presiden Prabowo Subianto. "Kita diminta menyampaikan informasi tentang program-program pemerintah dengan positif agar dapat berlangsung mulus," ucapnya.

Di petang hari, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Anindya Bakrie serta pebisnis Sandiaga Uno mendatangi Zulhas. Mereka berdua lebih memilih untuk enggan memberikan komentar tentang isi pembicaraan dalam pertemuan tersebut.

Zulhas menjelaskan, pertemuan sore hanya diisi dengan bincang-bincang. “Ngobrol saja, tapi intinya hampir semua mengatakan kami optimistis Indonesia bakal maju,” ujarnya. Zulhas menambahkan, optimisme itu datang dari berbagai sektor, mulai dari kebijakan pemerintah hingga kebijakan ekonomi.

Di samping itu, dia berharap perkembangan ekonomi bisa dipengaruhi oleh beberapa kebijakan pemerintah seperti Program BPI Danantara, swasembada beras, serta dukungan terhadap koperasi di daerah. Zulhas juga menyinggung tentang hubungan dekatnya dengan Ayah dari Anindya Bakrie, yakni Aburizal Bakrie.

"Saya teman bapaknya lama, yang dekat itu saya sama bapaknya Pak Ical," ungkapnya. Zulhas menganggap Anindya Bakrie seperti anaknya sendiri. "Kan satu kampung, Anin itu seperti anak saya," tambahnya.

Zulhas pun berbagi tentang hubungan dekatnya dengan Sandiaga Uno. Dia menambahkan, "Pak Sandi adalah teman lama. Sebelumnya, saat saya mendukung wakil presiden lima tahun yang lalu, kami sudah kenal."

Senin, 31 Maret 2025

Mengunjungi Tempat Bersejarah Ikonik di Kota Kelahiran Nenek Ole Romney, Medan

Amoeblog , Jakarta - Pada kedua laga tersebut, sang penyerang timnas Indonesia Ole Romeny sudah berhasil membobol jala Australia dan Bahrain.

Pemain ini, yang pernah bermain untuk Oxford United, menjelaskan bahwa banyak dari gol-gol yang ia mencetak sering kali disumbangkan kepada neneknya. Dalam sebuah wawancara bersama Voetbalzone, Romeny menyampaikan tentang neneknya, Helene Wilhelmina Degenaars, yang lahir di Medan pada 2 April 1923.

"Kakekku dilahirkan di Medan, bertumbuhan dan hidup disana sebelum berpindah ke Belanda," jelas Romeny.

Itu sebabnya, Medan tak bisa dipisahkan darinya.

Ibukota Sumatera Utara, yaitu Medan, memiliki banyak daya tarik yang mencerminkan kekayaannya dalam budaya, menjadikan tempat ini ideal untuk dikunjungi saat musim liburan. Keragaman etnis dan adat istiadat di sana menambah lapisan nilai sejarahnya. Selain mempelajari tentang masa lalu, perjalanan Anda ke Medan akan penuh dengan pengalaman mengenai ragam budaya lokal.

Dikenal sebagai kota multietnis, Medan memiliki 14 etnik yang beragam. Keragaman budayanya tercermin dari adat istiadatnya, struktur bangunannya, sampai hidangannya yang lezat-lezat. Dengan julukan "Medan Si Pemancing Perut", tidak heran jika kotanya disebut sebagai dapur Asia. Di bawah ini adalah beberapa saran tempat wisata untuk dikunjungi di Kota Medan.

Tjong Yong Hian Gallery

Terkenal dengan nama Taman Bunga Bertema Tionghoa, lokasi ini pada mulanya dirancang sebagai bentuk penghargaan terhadap Tjong Yong Hian oleh adiknya, Tjong A Fie. Keduanya merupakan orang-orang penting di kota Medan, sehingga taman tersebut menjadi bukti dari penyatuan budaya serta keyakinan.

Di tempat ini, Tjong Yong Hian mengadakan makan malam dengan istrinya, menciptakan suasana yang sangat personal dan bermakna. Di samping itu, terdapat sebuah plak bertulis dalam tiga bahasa: Arab, Belanda, dan Tionghoa, yang memuat kisah kehidupannya.

Rumah Adat Karo Garista

Rumah ada yang dibangun Fernando Barus ini memiliki tampilan menawan. Masyarakat Karo terkenal dengan seni bangunan, tak mengherankan corak pada bangunan Siwaluh Jabu diturunkan dari nenek moyangnya. Mulai dari model atap ijuk, susunan kayu pada badan bangunan, hingga bentuk rumah panggungnya.

Siwaluh Jabu bukan tempat tinggal pada umumnya, sehingga setiap detail pada bangunan ini punya nilai adat istiadat Suku Karo. Dalam membangun rumah adat ini tidak semudah membalikan telapak tangan. Bentuk rumah adatnya khas, berbeda dengan rumah adat Toba.

Istana Maimun

Ikona historis di Medan ini menampilkan desain arsitektur Melayu-Islami yang mengundang dengan palet coklat kuning dan hijau khas. Terdapat di Jalan Brigjen Katamso, istana yang dirancang oleh Sultan Deli IX, Sultan Ma'moen Al-Rasyid Perkasa Alamsyah, mencerminkan kemegahan era lampau dalam setiap detail dekorasinya. Menurut sang sultan, warna kuning mewakili prestise dan kelimpahan, sedangkan hijau melambangkan ketuhanan.

Istana yang luasnya mencapai 2.772 meter persegi ini memiliki sekitar 30 kamar didalamnya, tetapi para pengunjung hanya dapat mengakses tiga kamar saja. Istana Maimun sendiri direncanakan dan dipbangun berdasarkan keinginan sang sultan untuk istrinya, dengan masa konstruksinya dimulai dari tanggal 26 Agustus 1888 hingga 18 Mei 1891.

Alfi Muna Syarifah berkontribusi dalam penulisan artikel ini.