This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label military. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label military. Tampilkan semua postingan

Rabu, 09 April 2025

Proyek Yasen-M Bergerak Maju: Kapal Selam Nuklir Kelima Diresmikan Rusia

Rusia sudah melanjutkan upaya ekspansi armada kapal selam mereka dengan merilis satu unit lagi yang baru. kapal selam nuklir Perm , yang kelima dari projek tersebut 885M Yasen-M Upacara pembukaan secara resmi dilangsungkan di kantor OSC Sevmash yang berada di Severodvinsk dan diikuti oleh para petinggi dari sektor perkapalan serta Angkatan Laut.

Berdasarkan informasi dari Sudostroenie.info, Kapal Selam Perm akan jadi unit pertama dalam kelas Yasen-M yang dipersenjatai secara tetap dengan rudal jelajah hipersonic. Zircon , yang mengindikasikan lonjakan strategis pada kapabilitas serangan angkatan bersenjata Rusia.

Vladimir Putin berpartisipasi melalui tautan video dalam peluncuran seremonial kapal selam nuklir baru tersebut.

+ Operasi penyelamatan mencoba menemukan tentara AS di rawa Lituania

Pembangunan kapal selam dimulai tanggal 29 Juli 2016, dan diharapkan akan resmi menjadi bagian dari Armada Rusia tahun 2026.

Peningkatan terus menerus pada flotila Yasen-M

Peluncuran Kapal Perm berlangsung sesuai dengan jadwal yang sama seperti halnya Arkhangelsk, yang dilaunching pada tahun 2016 dan kemudian diintegrasikan ke dalam armada pada bulan Januari 2025, usai proses pengujian lautan yang bermula dari tahun 2024. Diharapkan interval waktu antara launching kapal Perm sampai komisiannya juga akan menunjukkan tren mirip, sekitar 1,5 hingga 2 tahun.

Dengan ukuran mencapai 130 meter dalam hal panjang dan 13 meter untuk lebarnya, kapal selam yang menjadi bagian dari program Yasen-M mampu menurunkan beratnya hingga 13.800 ton ketika sepenuhnya tenggelam. Kapal ini juga dirancang dapat mendayung di kedalaman maksimum 480 meter dengan kelajunya bisa berkisar antara 28 sampai 31 knot saat berada di bawah permukaan laut. Armada tersebut diperkirakan dipersenjatai oleh kira-kira 90 awak marinir.

Kapal selam nuklir Perm. Telegram @milinfolive

Kekuatan tembak dan inovasi teknologi

Selain rudal hipersonik Zircon, kapal selam dari kelas ini kompatibel dengan rudal Kalibr, rudal anti-kapal Onyx, dan torpedo 533 mm. Saat ini, sembilan kapal selam Yasen-M termasuk dalam rencana strategis Angkatan Laut Rusia:

  • Sudah bertugas: Kazan, Novosibirsk, Krasnoyarsk, dan Arkhangelsk
  • Dalam pembangunan: Perm, Ulyanovsk, Voronezh, dan Vladivostok
  • Direncanakan: Bratsk

Kapal selam Arkhangelsk kelas 885M Yasen

Dengan penggabungan bertahap kapal selam ini, Rusia berusaha menjaga daya tangkal maritimnya pada tingkat yang tinggi, terutama di armada Utara dan Pasifik.

Kapal selam nuklir Arkhangelsk. Telegram @mod_russia

Sumber dan gambar: sudostroenie / mil.in.ua / Telegram @milinfolive / @mod_russia. Konten ini dibuat dengan bantuan AI dan direview oleh tim editorial.

Sabtu, 05 April 2025

BEM Menentang Kolaborasi Unud-TNI AD, Khawatir Ganggu Kemerdekaan Ilmu

Amoeblog , Jakarta - Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEM) Universitas Udayana menentang adanya kesepakatan kolaborasi antara institusinya dan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI-AD) TNI AD Komando Wilayah Militer (Kodam) IX/Udayana menyatakan bahwa perjanjian itu memberi kesempatan kepada tentara agar menguasai bidang pendidikan yang bukan merupakan wilayah tugasnya.

"Penolakan ini timbul akibat ketakutan kami tentang adanya elemen militer di lingkungan pendidikan, yang harusnya bersifat independen dan tidak dipengaruhi oleh kebutuhan spesifik suatu kelompok," ungkap Ketua BEM Udayana I Wayan Arma Surya Darmaputra melalui pernyataan tertulis pada hari Senin, tanggal 31 Maret 2025.

Menurut Arma, kerjasama yang dibangun antara kedua lembaga itu bisa saja menciptakan gangguan pada suasana bebas dan terbuka di lingkungan perguruan tinggi mereka. Dia khawatir bahwa adanya campur tangan dari pihak militer mungkin akan mengancam otonomi universitas, termasuk Universitas Udayana.

Tumpang tindih dalam penerapan kolaborasi ini menciptakan sejumlah pertanyaan, terlebih soal pembatasan wewenang dan implikasinya atas hal tersebut. kebebasan akademik dan independensi institusi pendidikan,” ujar Arma.

Menurut Arma, terdapat sejumlah pasal dalam perjanjian tersebut yang dianggap memiliki masalah dan dapat merugikan para mahasiswa. Klausul tertentu tentang pertukaran data serta informasi antara Universitas Udayana dengan Kodam IX/Udayana menjadi sorotan bagi Arma karena dinilai kurang tepat.

Rincian mengenai pertukaran data dan informasi disebutkan pada Pasal 7 dari dokumen perjanjian kerjasama. Ketentuan ini memberikan hak kepada Kodam IX/Udayana untuk menanyakan serta menerima data seputar calon mahasiswa baru di Universitas Udayana.

"Menolak permintaan dari TNI untuk memperoleh informasi tentang calon mahasiswa baru tanpa adanya alasannya," kata Arma.

Arma pun menggarisbawahi kurangnya kejernihan universitas saat menyampaikan informasi terkait butir-butir dari kesepakatan kolaboratif itu kepada para mahasiswanya. Terlebih lagi, berkas perjanjiannya baru secara resmi diberitahuakan pada hari Rabu, tanggal 26 Maret 2025. Sementara itu, surat pernyataan sudah ditandatangan sejak Rabu, tgl 5 Maret 2025.

Oleh karena itu, Arma menuntut agar Universitas Udayana segera mencabut perjanjian yang telah dibuat tersebut. Dia juga menolak segala bentuk intervensi aparatur militer, termasuk TNI, dalam penyelenggaraan kehidupan kampus.

“Menuntut pencabutan perjanjian kerja sama antara Universitas Udayana dan Tentara Nasional Indonesia dalam hal ini Kodam IX/Udayana,” kata Arma.

Diketahui Universitas Udayana resmi menjalin kerja sama dengan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) Komando Daerah Militer (Kodam) IX/Udayana. Hal tersebut tertuang dalam dokumen perjanjian kerja sama Nomor B/2134/UN14.IV/HK.07.00/2025.

"Tujuan perjanjian kerja sama ini adalah untuk mengatur rencana

kerja sama dalam sinergisitas di bidang pendidikan, kebudayaan, ilmu pengetahuan, dan teknoIogi, dengan tujuan agar dapat dijadikan sebagai pedoman para pihak," bunyi perjanjian tersebut.