Rabu, 16 April 2025

Gejala Tubuh Kekurangan Tidur dan Solusinya

Badan yang kekurangan istirahat dapat menunjukkan tanda-tandanya melalui perasaan letih berlebih serta kesulitan untuk fokus. Atasi hal tersebut dengan menerapkan pola tidur yang baik dan menjaga kedisiplinan dalam rutinitas harian Anda.

Amoeblog Awal tidur merupakan durasi yang diperlukan individu agar terlelap setelah kepalanya menyentuh bantal. Secara umum, rata-ratanya mencapai kira-kira 20 menit bagi seseorang untuk mulai tertidur, walaupun hal ini dapat variatif antar satu orang dengan lainnya.

Apabila Anda belum juga terlelap setelah kira-kira 20 menit, rasa frustasi mungkin akan menghampiri dan hal ini malah bisa membuat kondisi menjadi lebih buruk. Salah satu faktor yang menyebabkan hal tersebut bisa saja merupakan disfungsi tidur dengan peningkatan waktu untuk mencapai tahap tidur.

Ketidaknyamanan ini umumnya dipicu oleh tiga penyebab pokok. Sebagian masalah tersebut relatif lebih sederhana untuk diselesaikan daripada yang lain, namun semua elemen tersebut berperan dalam menentukan durasi istirahat Anda.

1. Kebiasaan dan Gaya Hidup

Ternyata, kebiasaan sehari-hari memiliki peranan penting dalam mempengaruhi mutu istirahat. Apabila kamu kerap mengalami hambatan untuk tertidur, beberapa hal di bawah ini bisa jadi akar masalahnya:

Sistem tidur yang tak teratur Coba tentukan jam tidur dan berganti di pagi hari secara rutin tiap harinya agar tubuh bisa menyesuaikan diri.

Mengonsumsi kafein secara berlebihan seperti pada kopi, teh, minuman bersoda, serta cokelat dapat menyebabkan Anda tetap terjaga melewati batas waktu normal.

Dengan berjalannya waktu, tubuh kita semakin peka terhadap kafein. Oleh karena itu, kendalikan asupan kafein Anda secara khusus pada sore dan malam hari.

Olahraga bermanfaat bagi kualitas tidur, namun jika dilaksanakan terlalu petang, justru dapat membuat badan lebih terjaga. Usahakan mengatur sesi olahraga pada pagi atau sore hari supaya tubuh memiliki cukup waktu merileksasi diri sebelum istirahat.

Paparan layar sebelum tidur : Cahaya biru dari ponsel, tablet, atau TV dapat menghambat produksi melatonin, hormon yang membantu kita tidur.

Coba matikan layar setidaknya 60 menit sebelum tidur untuk membantu tubuh mengenali bahwa ini saatnya beristirahat.

2. Lingkungan Tidur yang Tidak Nyaman

Tahukah Anda bahwa suasana kamar tidur dapat menentukan seberapa cepat Anda tertidur Faktor-faktor berikut bisa memengaruhi kualitas tidur Anda:

Terang dan Kebisingan: Apabila Anda menetap di daerah permukiman ramai atau terpajan oleh sinar dari tiang lampu jalanan, cobalah menggunakan gordyn penutup cahaya atau sumbat telinga agar bisa menghasilkan lingkungan yang lebih damai.

Suhu ruangan terlalu panas atau dingin, Suhu ideal untuk tidur berkisar 18°C - 22°C. Jika kamar Anda terlalu panas, gunakan kipas atau AC untuk menurunkan suhu.

Tempat tidur seperti kasur dan bantal yang sudah kempes atau justru terlalu keras dapat menyebabkan ketidaknyamanan saat istirahat. Penting untuk menjamin bahwa pilihan tempat tidur Anda sesuai dengan posisi badan Anda selama tidur.

Bau yang tak sedap Jika deterjen atau pengharum ruangan yang Anda pakai terlalu menusuk hidung, hal tersebut dapat menganggu waktu istirahat Anda.

Sediakan wangi yang mengundang ketenangan seperti lavender ataupun chamomile guna membentuk atmosfer yang damai.

3. Unsur Kesehatan Fisik dan Aspek Psikologis

Apabila telah menguji beberapa metode namun masih kesulitan untuk tertidur, mungkin terdapat suatu masalah kesehatan yang mempengaruhi ritme tidur Anda. Berikut ini adalah sejumlah situasi yang dapat menimbulkan permasalahan dalam proses tidur:

Gelisah dan khawatir dapat menyebabkan pikiran selalu sibuk sehingga sulit untuk tenang. Cobalah metode relaksasi seperti bermeditasikan diri, bernafas dalam-dalam, atau menulis jurnal sebelum istrahat.

Depresi serta masalah kesehatan jiwa yang tak teratur seringkali menyebabkan tidur menjadi kurang berkualitas.

Apabila Anda merasakan tanda-tanda seperti kesedihan terus-menerus ataupun rasa lelah tak beralasan, segera bicarakan hal tersebut dengan profesional di bidang kesehatan jiwa.

Kendala dalam tidur seperti insomnia dan sleep apnea dapat ditandai dengan bangkit berulang kali pada malam hari atau menderita dengkur yang sangat bising sehingga mengganggu orang lain. Bisa jadi ini adalah gejala dari sleep apnea. Lebih baik konsultasikan kepada dokter guna menemukan penanganan yang sesuai.

Dampak negatif dari penggunaan obat bisa memicu masalah tidur. Bila Anda menemukan bahwa obat yang diminum mengacaukan rutinitas tidur, sebaiknya bicarakan dengan dokter.

Bicarakan hal ini dengan dokter untuk menemukan pilihan yang lebih tepat. (TribunSytle.com/Aris/yourtango.com)

0 komentar:

Posting Komentar

alangkah baiknya diisi karena tulisan anda akan memberi semangat saya