Amoeblog Perhatikan kelima kebiasaan yang membuatmu susah menjadi kaya, di antaranya adalah masih mengikuti tren.
Berkah harta bukan cuma harapan belaka, tetapi petualangan yang butuh persiapan, pengendalian diri, serta pilihan tepat untuk mengatur uang.
Warren Buffett, seorang tokoh investasi berpengaruh dalam pasar saham AS dan global, pernah mengungkap lima kebiasaan umum yang seringkali mencegah seseorang menjadi kaya.
Berdasarkan informasi dari newtraderu.com, berikut ini adalah kelima kebiasaan yang perlu diperhatikan:
1. Menyandingkan diri dengan tren yang sedang berlangsung dan mengikutinya
Mengadu kondisi finansialmu dengan oranglain bisa menyebabkan rasa cemburu.
Ketika Anda membandingkan situasi finansial Anda dengan milik oranglain, hal tersebut bisa dianggap negatif.
Selain itu, kamu masih terpengaruh oleh tren-tren yang sedang berlangsung.
Tak peduli berapa uangmu, kamu berusaha memenuhinya.
2. Tidak punya dana darurat
Dana darurat berasal dari sisihan uang tabungan dan nantinya akan digunakan pada saat situasi mendesak.
Itu amat berarti sebab dapat jadi penyelamat untuk hidup kita ketika menghadapi kesulitan.
Setidaknya, kamu harus memiliki dana darurat sebesar 6 kali dari gaji bulanan.
Dana darurat akan menjadi dana cadangan dan membuat kondisi keuanganmu lebih stabil.
3. Pengeluaran belanja bulanan
Kejadian umumnya orang tak mencatatkan perbelanjaan sebulan-sekali mereka.
Kamu harus memahami kebiasaan berbelanjamu.
Hal itu baik sebagai bentuk pemahaman pengeluaran yang digunakan setiap bulannya.
Jika kamu melakukan kebiasaan itu, maka uang yang dikeluarkan tidak akan sia-sia.
4. Tidak punya penerapan rencana keuangan
Orang yang tidak memiliki perencanaan keuangan, akan sulit kaya.
Tidak adanya perencanaan hanya akan menimbulkan pengeluaran yang tidak pasti, sehingga uang mudah habis.
5. Hidup di luar kapasitas diri sendiri
Ini merujuk kepada aktivitas yang umumnya memakan biaya besar tanpa mempertimbangkan kapabilitas finansial pribadi terkait hal itu.
Umumnya, individu semacam itu menghuni dalam lingkaran prestise di mana mereka cenderung menggunakan uang untuk memperoleh barang-barang berdasarkan keinginan daripada kebutuhan.
Akses Amoeblogdi Google News atau WhatsApp Channel Amoeblog Pastikan Tribunners telah menginstal aplikasi WhatsApp ya






0 komentar:
Posting Komentar
alangkah baiknya diisi karena tulisan anda akan memberi semangat saya