Rabu, 16 April 2025

9 Hari Menulis Skenario Jadi Raja Komedi Sepanjang Zaman

Home Alone (1990) merupakan salah satu film komedi ikonik yang telah mendapat tempat spesial dalam hati penonton, terlebih pada masa-masa liburan. Film garapan sutradara Chris Columbus serta diproduksi oleh John Hughes ini bercerita tentang Kevin McCallister, seorang remaja berumur delapan tahun yang tak sengaja ditinggalkan sendirian ketika keluarganya meluncurkan petualangan mereka ke Benua Biru untuk waktu istirahat. Saat kediamannya dirundung oleh dua orang pencuri licik, sang si Kecil itu pun dituntun untuk bertahan hidup menggunakan deretan trik hiburannya yang penuh kepintaran.

John Hughes, dikenal karena kreasinya seperti The Breakfast Club (1985) dan Ferris Bueller's Day Off (1986), berhasil menyelesaikan naskah Home Alone dalam jangka waktu singkat yaitu sembilan hari saja. Dengan latar belakangi sebagai ayah dari dua orang anak, inspirasinya untuk film ini berasal dari kehidupannya sendiri; ia pernah berpikir tentang situasi bagaimana kalau anak-anaknya tiba-tiba tinggal di rumah tanpa ada pengawasan orang tua sama sekali.

Setelah menggarap naskah, Hughes yakin bahwa konsep tersebut memiliki potensi besar sebagai sebuah film musim dingin. Saat itu, Chris Columbus, sang penyutradara di balik Adventures in Babysitting (1987) serta Gremlins (1984), ditunjuk memimpin proyek berkat kepiawaiannya dalam mendalami genre komedi keluarga.

Pada usia belia, yaitu 10 tahun, Macaulay Culkin—yang sebelumnya telah terkenal lewat film Uncle Buck (1989)—menghidupkan karakter Kevin McCallister dengan penampilan luar biasa. Walaupun masih anak-anak, dia menunjukkan keahlian dalam menyampaikan emosi secara jenius serta semangat yang tinggi sehingga menciptakan sosok yang benar-benar ikonis. Film tersebut membuat Culkin meraih popularitas global dan memperoleh berbagai macam penghargaan karena kinerjanya.

Sebagian besar cerita film ini terjadi di kediaman keluarga McCallister. Lokasi rumah tersebut ada di Winnetka, Illinois, yaitu sebuah kota kecil di luar pusat Kota Chicago. Properti tersebut pada dasarnya merupakan suatu bangunan asli yang dipinjamkan hanya untuk tujuan produksi. Agar tetap otentik dan nyaman digunakan, si pemilik merombaknya supaya cocok dengan ide sang sutradara, yakni Chris Columbus. Perombakan meliputi modifikasi bagian dalam gedung; misalnya saja pintunya utamanya telah dikenali sebagai lokasi awal dimana pencuri bernama Harry serta Marv mula-mula berusaha menembus masuk.

Saat proses syuting, rumah tersebut tak sepenuhnya kosong. Sebagian dari bangunan itu difungsikan sebagai area produksi, misalnya gudang tempat tim kerja melakukan aktivitas mereka serta ruang penyuntingan video. Di lokasi ini pula terdapat berbagai replika rumah yang dipakai dalam pembuatan adegan eksterior maupun scene dengan tingkat bahaya tertentu.

Banyak bagian dari film ini diproduksi di area Chicago. Lokasi eksterior beberapa tempat difilmkan di dekat rumah McCallester di Winnetka, sementara mayoritas scene dengan elemen-elemen teknikal direkam di dalam studio, mencakup adegan kompleks serta penggunaan efek khusus.

Salah satu tantangan utama dalam syuting Home Alone adalah adegan jebakan yang dilakukan oleh Kevin untuk melawan para perampok. Adegan ini membutuhkan banyak koreografi yang tepat dan efek khusus. Banyak jebakan yang melibatkan benda tajam, api, dan bahkan properti rumah yang rusak. Para pemeran perampok, Joe Pesci (Harry) dan Daniel Stern (Marv), sering kali harus menahan rasa sakit karena beberapa jebakan yang sangat keras, meskipun banyak adegan tersebut sebenarnya menggunakan stuntman. Pesci bahkan harus menahan dirinya untuk tidak melontarkan kata-kata kasar ketika harus berakting kesakitan.

Untuk beberapa perangkap yang lebih berbahaya atau kompleks untuk ditampilkan secara langsung oleh pemerannya, efek khusus serta praktikal effect diterapkan. Sebagai contoh, dalam scene tempat Marv tersandung karena lantai basah dengan minyak, digunakan efek lantai yang sangat seluncur dan penataan gerakan tubuh yang ekstensif.

Musik dalam Home Alone sangat penting untuk menciptakan suasana hati yang tepat, mulai dari adegan ketegangan hingga saat-saat lucu. Skor film ini diciptakan oleh komposer legendaris John Williams, yang sebelumnya dikenal lewat karyanya di film Star Wars, Indiana Jones, dan Jurassic Park. Musik John Williams membantu menciptakan ketegangan saat Kevin menghadapi perampok, namun juga memberikan sentuhan sentimental pada saat-saat keluarga kembali berkumpul. Musik tema Somewhere in My Memory menjadi salah satu lagu yang paling diingat dari film ini, dan sukses besar di berbagai tangga lagu.

Home Alone menghasilkan lebih dari $476 juta secara global, sehingga menjadi film komedi paling berhasil pada tahun 1990 dan salah satu produksi komedi keluarga tersukses sepanjang zaman. Keberhasilan besar film tersebut tak hanya disebabkan oleh alurnya yang menarik, tapi juga lewat candaan fisikalnya yang dapat dinikmati berbagai kalangan umur.

Home Alone menjadi bagian penting dari budaya pop, terutama di musim liburan. Setiap tahun, film ini selalu ditayangkan ulang di berbagai saluran TV dan menjadi tradisi menonton bagi banyak keluarga. Kevin McCallister yang diperankan oleh Macaulay Culkin menjadi salah satu karakter anak-anak paling terkenal dalam sejarah perfilman.

Home Alone diproduksi dalam kurun waktu singkat yaitu hanya sekitar 3 bulan, yang tergolong sangat cepat bagi industri film Hollywood saat itu. Hal ini mencerminkan bagaimana efisien tim produksinya dalam mengatur jadwal dan alokasi sumber daya. Film tersebut sukses besar hingga melahirkan berbagai lanjutan cerita; walau tak semua sekuelnya mampu menyamai tingkat popularitas aslinya. Akan tetapi, Home Alone masih dikenal sebagai salah satu ikon film klasik yang harus ditonton oleh siapa saja selama musim libur atau perayaan Natal.

0 komentar:

Posting Komentar

alangkah baiknya diisi karena tulisan anda akan memberi semangat saya