Senin, 14 April 2025

Persiapan Matang Diperlukan Sebagai Indonesia Bergabung dengan New Development Bank

Amoeblog.CO.ID, JAKARTA - Keputusan Indonesia untuk menjadi bagian dari New Development Bank (NDB) diyakini bisa memberikan kesempatan baru dalam mendukung pendanaan pengembangan berkelanjutan serta infrastrukturnya, terutama bagi negara-negara di wilayah selatan. Akan tetapi, langkah tersebut juga datangi dampak-dampak tertentu yang harus diperhitungkan dengan seksama.

"NDB yang memiliki modal sebesar 100 miliar dolar AS diharapkan bisa merombak peta kebutuhan pendanaan untuk pembangunan berkelanjutan serta infrastruktur, terutama di negara-negara bagian selatan," ungkap analis ekonomi Arif Budimanta melalui pesannya beberapa minggu yang lalu.

NDB dibentuk oleh negara-negara BRICS yang terdiri atas Brasil, Rusia, India, Cina, dan Afrika Selatan. Kelima negara tersebut menjadi pemilik mayoritas sahamnya dengan jumlah minimal harus mencapai 55%, sebut Arif.

Dia menggarisbawahi besarnya kebutuhan pembiayaan pengembangan untuk negara-negara sedang berkembang. Karena itu, mereka masih akan berupaya mencari sumber dana tambahan di luar NDB.

"Kebutuhan pendanaan untuk membangun negara-negara di bagian selatan dunia sangatlah besar. Tentunya mereka juga akan terus mencari pilihan sumber dana lain seperti misalnya melalui Bank Dunia, Bank Pembangunan Asia, Bank Investasi Infrastruktur Asia, serta bank-bank pembangunan lain yang disponsori oleh institusi multilateral," jelas dia.

Walaupun bergabung dengan NDB membawa berbagai keuntungan potensial, Arif menekankan bahwa terdapat beberapa dampak yang perlu dipertimbangkan, seperti tanggung jawab penyertaan modal serta prosedur pemilihan suara dalam proses pengambilan kebijakan.

Ini pastinya akan memiliki beberapa akibat bagi Indonesia saat bergabung dengan NDB, termasuk kewajiban berkontribusi pada modal. membership fee. Yang penting juga untuk diperhatikan adalah sistem pemungutan suara. Meskipun NDB tidak memiliki hak vetoo bagi para anggunya, "tambah Arif dengan tegas.

Selain itu, dia menggarisbawahi pentingnya Indonesia memiliki proyek spesifik yang bisa ditawarkan kepada Bank Pembangunan New Development (NDB) sehingga keanggotannya dapat membawa manfaat nyata. Menurutnya, langkah masuk Indonesia ke NDB idealnya disertai dengan daftar proyek-proyek pengembangan berkelanjutan yang siap diajukan ke bank tersebut.

Di samping itu, rincian pendanaan yang disajikan oleh NDB harus diulas secara teliti, mencakup tingkat suku bunga, jangka waktu kredit, jenis mata uang, serta ketentuan tambahan dan beban biaya lainnya. "Hal penting pula untuk dicermati yakni struktur pendanaan dari NDB seputar tingkat suku bunga, durasi pinjaman, mata uang, aturan terkait berbagai macam biaya, dan ragam proyek apa saja yang didanai," ungkap Arif.

0 komentar:

Posting Komentar

alangkah baiknya diisi karena tulisan anda akan memberi semangat saya