Kamis, 17 April 2025

Keselamatan Ibu dan Bayi Terjamin: Satgas Yonif 512/QY Selamatkan Nyawa dalam Persalinan Darurat Hutan Keerom

Laporan Jurnalis Amoeblog, Marius Frisson Yewun

Amoeblog, KEEROM – Suasana haru menyebar dalam kelompok keluarga di area hutan tebal Distrik Yaffi, Kabupaten Keerom, Papua. Terhamparnya awan membiarkan cahaya matahari menerangi tempat tersebut sementara permukaan tanah yang dingin ditutup oleh banner usang dengan ukuran kira-kira 1x2 meter persegi. Seorang ibu saat itu sedang bertempur melawan ajal demi menghasilkan buah hatinya.

Tanpa memiliki kemampuan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan, kondisi tersebut dapat menghasilkan akhir yang menyedihkan. Tetapi pada momen penting ini, bantuan tak terduga hadir melalui sosok seorang prajurit, yaitu Dokter Satgas Yonif 512/QY, Lettu Ckm dr. Dedi Anwar Nasution, pada hari Minggu, tanggal 30 Maret 2025.

Tim Satuan 512/QY Bagikan Tips Hidup Sehat Kepada Penduduk Area Perbatasan di Keerom

Menerima informasi dari penduduk bahwa Mama Fewe Wafner sedang mengalami kontraksi yang sangat kuat di dalam kebun, dokter Dedi dan personel pos dengan sigap langsung bertindak. Meskipun medannya sulit dan jaraknya jauh, hal itu tak mematahkankan semangat mereka untuk membantu orang lain.

Saat tiba di tempat kejadian, dokter muda yang memakai kaus berwarna biru dan celana pendek tersebut, secara langsung mengurus kelahiran prematur menggunakan perlengkapan sederhana, tepatnya di dalam hutan terbuka.

Suasana tegang menyelimuti proses persalinan. Sang mama berjuang dengan sisa tenaganya, sementara tim medis Satgas bekerja cepat di bawah tekanan.

Waktu yang tegang pada akhirnya berakhir, dan terdengarnya suara tangis si bayi bergema di hutan sambil diamati oleh sejumlah anggota keluaga serta personil Satgas TNI AD Yonif 512/QY. Baik nyawa sang ibu maupun buah hatinya selamat.

Tim Satuan Tugas 512/QY Membantu Penyediaan Air Bersih untuk Penduduk Area Perbatasan di Keerom

Dalam suasana haru, suami dari Mama Fewe Wafner menyampaikan ungkapan terima kasihnya.

"Kami tidak tahu apa yang akan terjadi jika dokter dan anggota pos tidak datang. Kami sudah pasrah, karena tidak ada pertolongan di tengah kebun ini. Tapi Tuhan mengirimkan abang-abang untuk menyelamatkan istri dan anak saya. Kami tidak punya apa-apa selain doa tulus agar abang-abang TNI selalu diberkati dan dilindungi dalam setiap tugasnya," ungkapnya dengan tulus melalui siaran persn yang diterima Amoeblog, Minggu, (30/3/2025)

Guru Sedikit di Daerah Perbatasan, Satgas 512/QY Merasa Kasihan Melihat Harapan Anak-Anak Papua Punah

Saat ini, Mama Fewe Wafner dan bayinya dalam keadaan yang membaik dan telah menerima perawatan lebih lanjut. Untuk keluarga tersebut, insiden istimewa ini akan tetap dikenang sebagai saat di mana nyawa diselamatkan karena dedikasi serta kerelaan dari para prajurit di garis depan.(*).

0 komentar:

Posting Komentar

alangkah baiknya diisi karena tulisan anda akan memberi semangat saya